Jasa Pertambangan Mendorong Ekonomi Bangsa
CATATAN DIK Jasa Pertambangan Mendorong Ekonomi Bangsa
___________________________________________________________________________Peraturan Menteri keuangan N0. 6 tahun 2014 tentang Bea Keluar (BK) disinyalir merugikan pelaku usaha mineral. Penetapan Bea Keluar yang ditetapkan progresif bertahap dengan kisaran 20 – 60 persen hingga akhir 2016 bagi ekspor mineral mentah. Bahkan, Sejak 6 Mei lalu, perusahaan mineral dilarang mengekspor bahan mentah. Surat Persetujuan Ekspor (SPE) dikeluarkan hanya untuk perusahaan tertentu yang telah memastikan izin usaha mereka tidak bermasalah, serta berkomitmen membangun pabrik pengolahan bahan tambang dalam rangka mendukung program hilirisasi nasional.Tak heran jika realisasi penerimaan Kepabeanan dan Cukai sampai dengan 30 Juni 2014, atau hingga semester pertama tahun ini sebesar Rp 80,311 triliun, atau mencapai 92,46 persen dari target semester pertama dalam APBN P2014, yang sebesar Rp 86,865 triliun. Tidak ada pemasukan dari BK mineral tambang, karena proses ekspor mineral harus sejalan dengan komitmen pembangunan pabrik pemurnian biji mineral (smelter). Aturan tersebut merupakan implementasi dari Undang-undang No 4 tahun 2009, tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.Napas dari Undang-Undang No 4 tahun 2009, tentang Pertambangan Mineral dan Batubara mengharapkan ada nilai tambah dari kegiatan pertambangan mineral. Sebagaimana diketahui, usaha jasa pertambangan sama seperti sektor pertambangan memerlukan investasi yang cukup besar, berisiko tinggi dan kegiatan pra-produksi yang cukup lama. Namun demikian, sektor jasa pertambangan menimbulkan multiplier effect berupa pertumbuhan ekonomi daerah. Dari situ akan membuka kesempatan kerja dan pengentasan kemiskinan terutama di daerah sekitar tambang, pengadaan barang modal melalui penggunaan produk kandungan lokal, menambah penerimaan negara (pajak, retribusi bea cukai), menumbuhkan wirausaha karena sebagian pelakunya adalah pengusaha nasional, meningkatkan kompetensi SDM sebagai kontribusi terhadap daya saing bangsa dan sebagainya.Keberadaan jasa pertambangan merupakan instrumen dalam upaya meningkatkan value added dari kegiatan eksploitasi pertambang. Pasalnya, sumber daya alam (SDA) yang satu ini tidak dapat diperbarui. Jangan sampai kelak, generasi mendatang hanya mendengar cerita bahwa negeri ini kaya akan mineral, tapi cadangannya habis tergerus tanpa ada nilai tambah bagi kemaslahatan bangsa.Selama ini pemerintah menerima hasil tambang relatif kecil dibandingkan dengan keuntungan investor yang diperolehnya. Penghasilan dari royalti, misalnya, hanya 1% dari penjualan emas dan perak. Baru setelah hasil renegosiasi tersebut antara lain diberlakukannya royalti sebesar 1,4% - 3,5% atas penjualan bersih tembaga. Selain, pendapatan dari royalty juga ada pendapatan dari sektor pajak penghasilan badan dan pajak deviden.Pada tahun buku 2001 pemerintah hanya mendapatkan deviden sebesar Rp 38,2 miliar (US$ 4,49 juta) dari kepemilikan saham sebesar 9,36 persen. Sementara PT Freeport Indonesia Inc mengantongi sebagian besar deviden dengan kepemilikan saham sekitar 81,28%, yakni sebsar US$ 38,99 juta. Jumlah deviden tersebut jauh lebih kecil dari tahun sebelumnya (2000), pemerintah hanya menerima deviden sebesar US$ 5 juta (sekitar Rp 42, 5 miliar). Data ini berdasarkan laporan khusus yang ditulis oleh Ketua KPK-N (Komite Penyelamat Kekayaan Negara), Marwan Batubara. Laporan khusus ini tersaji dalam sebuah buku beliau yang berjudul ‘Menggugat Pengelolaan Sumber Daya Alam, Menuju Negara Berdaulat’. (lihat di situs eramuslim.com)Oleh karena itu, program pemerintah memberlakukan wajib membangun smelter merupakan langkah yang tepat dalam rangkat meningkatkan value added bagi kegiatan pertambangan. Program hilirnisasi ini mampu men-drive ekonomi menjadi bangsa yang sejahtera. Dari program ini akan lahir jasa-jasa penunjang pertambangan lainnya untuk meningkatkan nilai tambah hasil mineral.
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1036102
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT