CSR Total E&P Indonesie: Sumbangsih Kesejahteraan untuk Masyarakat Lokal
CSR CSR Total E&P Indonesie: Sumbangsih Kesejahteraan untuk Masyarakat Lokal
___________________________________________________________________________Perusahaan asal Prancis yang membangun fondasi di Jakarta sejak 14 Agustus 1968 ini memulai eksplorasi di sekitar Blok Mahakam dengan lapangan awal di Bekapai dan Handil. Eksplorasi ini kemudian diperkuat dengan ditemukannya lapangan Tambora pada tahun 1974, dan Tunu di tahun 1977. Lapangan Tunu sendiri dikembangkan pada tahun 1990-an yang menjadi penyumbang utama supply gas bagi PT Total E&P Indonesie hingga kini.Dari berbagai lapangan ini pula, Total memasok lebih dari 60 persen gas ke kilang LNG Bontang. Total E&P Indonesie juga mendapat predikat sebagai salah satu production sharing contract (PSC/kontraktor bagi hasil) terbesar. Pada 2017 nanti,Total E&P genap 50 tahun beroperasi di Blok Mahakam dan asset beserta alat produksi lainnya akan diserahkan kembali ke Pemerintah. Selanjutnya Pemerintah Pusat akan memutuskan siapa yang akan mengelola selanjutnya. Banyak pihak termasuk masyarakat ingin ta­hu siapa yang akan mengelola blok tersebut, masih dikelola PT Total E&P Indonesie, atau operator lain. Menjawab keingintahuan publikakan hal ini, Kepala Departemen Hubungan Media PT Total E&P Indonesie Kristanto Hartadi mengemukakan, kor­porasinya telah mengajukan pro­posal perpanjangan kontrak pada 2008. Hal ini menunjukkan Total E&P Indonesie masih memiliki keinginan mengelola Blok Mahakam meng­ingat tidak kecilnya investasi yang telah dikucurkan, rata-rata Rp 25 triliun per tahun. Kris­tanto mene­gaskan,pemerintah me­­mer­lukan ma­sa transisi jika memutuskan operator lain yang mengelola blok ini. Bahkan, beberapa proyek pengembangan harus dibicarakan dengan operator baru jika pemerintah memang tidak memperpanjang kontrak tsb.Bukan hanya besarnya investasi yang dijadikan pertimbangan Total untuk memperpanjang kontrak di lapangan yang kini cadangannya diperkirakan masih 2 triliun kaki kubik (TCF) ini. Ada kepedulian lain terhadap keberlangsungan hidup masyarakat lo­kal, lingkungan, dan banyak aspek lainnya yang mereka perhatikan mela­lui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility(CSR). Dalam menjalankan program kema­syarakatan, Total fokus pada lima kegiatan. Kegiatan tersebut antara lain pendidikan dan riset ,kesehatan dan gizi, lingkungan hidup dan alternatif energi, pemberdayaan ekonomi ma­sya­rakat, serta kebudayaan. Sebagai bentuk kepedulian di bidang pendidikan, Total mempersiapkan te­­naga-tenaga handal berkualifikasi tinggi dengan memberi kesempatan pelatihan-pelatihan teknis di bi­dang­nya bagi karyawan baru dan juga membuka kesempatan bagi pelajar berbakat untuk mengenyam pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi didalam maupun luar negeri. Melalui program beasiswa, Total kini membantu pendidikan bagi lebih dari 4.300 siswa dari berbagai tingkat di Indonesia. Bentuk kerja sama lainnya yakni program ITB-IFP Professional Masters in Petroleum Engineering yang diluncurkan pada 30 Januari 2008. Dalam kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Francais du Petrole (IFP) ini, targetnya menghasilkan alumni dengan gelar S2 dalam keahlian teknik minyak bumi yang siap bekerja di perusahaan migas di Indonesia dan seluruh dunia.“Dalam rangka memenuhi kebutuhan ahli minyak dan gas dengan kualitas tinggi, kami telah menanda tangani kesepakatan bersama dengan ITB dan IFP. Sasarannya menyiapkan profesional siap kerja. Sekarang ini sudah angkatan ke-3,” kata Head Division sustainable Development & Societal Relations Total, Kusuma Adinugroho. Pada angkatan pertama dan kedua ,sekitar 8 dari 12 penerima beasiswa sudah bekerja di Total. Tahun ini, ujarnya, 7 dari 10 lulusan juga bekerja dengan Total.Tak sekadar berupa beasiswa sekolah dan kuliah, Total juga menggandeng Dinas Pendidikan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim) dalam membantu peningkatan sarana pra­sarana pendidikan di wilayah operasi yang mencakup 5 kecamatan dan 30 desa, juga peningkatan kualitas pendidikan di kabupaten dan Provinsi Kaltim. Sementara di bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat, perusahaan yang dipimpin Elisabeth Proust ini telah menyalurkan bantuan berupa modal bergulir, alat produksi, dan pelatihan bagi 200 kelompok usaha di wilayah operasi.Total menganggap bahwa pemberdayaan ekonomi pen­ting untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar.Dari segi ekonomi, Total ber­kon­tribusi pada masyarakat di wilayah operasionalnya melalui berbagai pro­gram. Program ini di­harapkan mampu mendorong pemin­da­­han tek­nologi dalam peker­jaan melalui proyek-proyek yang di­rancang untukmenciptakan dan mengembangkan kewirausahaan.Total mendorong pengembangan usaha kecil di Indonesia, khususnya wilayah Ring Satu dan Ring Dua ,melalui CSR dapat memberi manfaat bagi lebih dari 9000 orang. Program ini diberikan kepada ke­lompok bisnis yang bekerja di ber­bagai sektor, termasuk peter­nak­an, pertanian kepiting dan udang, perkebunan buah-buahan, karet dan pengolahan kopi. “Untuk me­ngembangkan ketrampilan dalam bi­dang teknis, kami siapkan kursus-kursus dredging, drilling, las, dan elektronik” jelas Kusuma.Menyadari pentingnya kesehatan untuk modal utama peningkatan kualitas hidup masyarakat, Total membantu meningkatkan fasilitas kesehatan di Delta Mahakam bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan masyarakat setempat. Total membangun Puskesmas 24-jam dengan fasilitas opname di Sei Meriam, wilayah Anggana. Setiap desa di Delta Mahakam mempunyai pusat kesehatan dengan seorang bidan atau tenaga paramedis lainnya, yang menyediakan layanan dasar kesehatan umum untuk masyarakat setempat. Untuk layanan yang lebih serius atau operasi, para pasien harus melakukan perjalanan ke Samarinda atau Balikpapan, yang memakan waktu setidaknya dua jam dengan perahu lewat sungai. Tentunya tempat terpencil dan prasarana fasilitas kesehatan yang minimal telah membuat masyarakat di Delta Mahakam mudah rentan diserang berbagai penyakit. Untuk mengatasi masalah ini, Total menawarkan berbagai solusi antara lain penyedian perahu air, yang dikelola oleh masyarakat setempat, untukmenyediakan air yang diambil dari sumber air desa Kutai Lama. Kedepannya, Total merancang sebuah program gabungan pemerintah daerah, masyarakat dan sektor swasta dalam mencegah dan menangani ber­bagai situasi dan keadaan darurat, yang dikenal sebagai Comprehensive Integrated Emergency Preparedness. Program ini berdedikasi untuk meningkatkan kualitas dan pela­yanan kesehatan di wilayah Kutai Kartanegara. Hasil pertama dari program ini adalah Integrated Emergency Ambulance 118 Balikpapan yang bertujuan untuk mengurangi tingkat kematian saat kedatangan di Rumah Sakit (death on arrival) dan meningkatkan fasilitas dan layanan keadaan darurat. Adapun bagian lain yang menjadi titik perhatian besar adalah peningkatan kapasitas pekerja medis dan tim respons cepat keadaan darurat.Maraknya degradasi lingkungan di Kaltim telah mencapai titik kritis seperti disampaikan oleh Gubernur Awang Farouk dalam berbagai kesempatan, membuat Total ter­gerak. Total yang beroperasi di wilayah Delta Mahakam merasa terpanggil untuk ikut serta me­nyelamatkan lingkungan dengan mendukung program Penyelamatan Delta Mahakam atau dikenal de­ngan Save the Mahakam Delta. Total menilai, pemulihan Delta Ma­hakam sangat penting bagi ke­hidupan masyarakat dan tanah itu sendiri. disamping itu juga Total melaksanakan program penanaman 1 juta bakau/mangrove setiap tahun.Program ini sejalan dengan program Kaltim Green yang diusung Pemerintah Provinsi Kaltim dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Menanam Semiliar Pohon. “Seluruh manajemen dan karyawan Total di Indonesia berkomitmen mendukung program pelestarian lingkungan, terutama dalam menghijaukan kembali Delta Mahakam. Kebetulan program Kaltim Green ini juga sejalan dengan kebijakan Total dalam hal pembangunan berkelanjutan,” ujar Presiden Direktur dan General Manager Total E&P Indonesie, Elisabeth Proust.   Total E&P Indonesie berkomitmen untuk mewujudkan harapan dan tanggung jawab terhadap pemeliharaan, kemajuan dan pengembangan warisan kebudayaan Indonesia yang beraneka ragam. Kini tengah diterapkan berbagai program seperti program pelestarian kerajinan Suku Dayak, program tarian tradisional Suku Kutai, dan program wayang.Program yang pertama dan paling maju adalah program pelestarian kerajinan anyaman Suku Dayak yang berpusat pada pelestarian kerajinan Suku Dayak yang berlimpah namun menghilang dengan pesat. Yayasan Total Indonesia merancang program ini menyediakan kesempatan bagi Suku Dayak untuk memelihara kebudayaan mereka, dan memasarkan produk kerajinan asli dari berbagai marga di dalam Suku Dayak yang seluruhnya menggunakan bahan mentah dan pewarna alami.Dengan semangat pelestaraian budaya, Yayasan Total Indonesia juga mengembangkan tarian tradisional Jepen dan Zapin dari Suku Kutai yang berasal dari Al-Zapin yang dalam bahasa Arab berarti “gerakan kaki”. Tarian ini adalah tarian tradisional dari orang Melayu yang tinggal di Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan pulau-pulau lain di Indonesia. Total kini bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kutai Kartanegara memelihara dan memajukan warisan kebudayaan berharga ini. Guna melestarikan budaya ini, Total menggelar Festival Tarian dan Nyanyian Jepen dan Tingkilang setiap tahun. Festival pertama diadakan pada Juli 2011, di Kutai Kartanegara, sebagai bagian dari Festival Erau. Ada pula program Wayang salah satu warisan budaya yang sangat penting bagi Indonesia. Pada November 2003 di Paris, UNESCO menyatakan bahwa wayang adalah salah satu dari Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity. Per­nyataan ini memberikan tanggung jawab yang besar kepada bangsa Indonesia, termasuk perusahaan migas seperti Total, untuk menjaga aset kebudayaan nasional ini. Untuk itu, Total merasa dipanggil dalam membantu, yang kemudian diwujudkan dengan kerjasama bersama dengan sejumlah institusi wayang terkemuka. “Kami juga dituntut untuk secara giat dan terus menerus memajukan warisan kebudayaan ini di negara sendiri,” tutur Kusuma.
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1037682
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT