Galakkan CSR atau Tutup Tambang!
EDITORIAL NOTE Galakkan CSR atau Tutup Tambang!
___________________________________________________________________________Mari kita bicara lagi soal corporate social responsibility (CSR) di industri pertambangan. Tak hanya mampu mengeruk perut bumi dan berorientasi profit, perusahaan pertambangan juga dituntut untuk menjalankan usaha pertambangannya dengan baik. Tata kelola dan tata usaha yang baik dalam mengurusi industri pertambangan juga harus digelorakan setiap waktu. Selain dituntut untuk peduli terhadap alam dan lingkungan sekitar, industri pertambangan juga berkewajiban untuk memberikan dampak positif kepada kehidupan di masa depan. Maka, program-program CSR yang dilakukan perusahaan adalah jawaban nyata terhadap kepedulian atas kehidupan yang lebih beradab dan bertanggung jawab. Banyak komponen CSR yang patut digalakkan. Antara lain pengembangan komunitas lokal atau community development (comdev), pelestarian lingkungan, hingga kesejahteraan masyarakat sekitar tambang. Mengingat aktivitas pertambangan yang memiliki daya rusak yang tinggi, patut saja kita menegaskan bahwa hanya pihak yang peduli dengan lingkunganlah yang pantas memasuki sektor ini. Semula gerakan kepedulian terhadap masyarakat ini hanyalah suatu kebajikan dari perusahaan untuk membentuk kesan atau citra bagus di mata masyarakat. Namun, dengan terbitnya UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas sebagai pengganti UU No. 1 Tahun 1995, CSR menjadi salah satu tugas korporasi. Dengan begitu, bagi perusahaan yang bergerak atau berkaitan dengan eksploitasi sumber daya alam, CSR merupakan kewajiban mengikat.Jauh sebelumnya, dalam UU No. 11 Tahun 1967 tentang Pokok-pokok Pertambangan, fungsi perusahaan pertambangan dinyatakan sebagai growth center. Pertambangan merupakan kegiatan pionir di daerah terpencil. Dengan kewajiban itu, kekayaan di dalam bumi harus ditransformasikan menjadi kekayaan sosial berupa perkembangan ekonomi.Sekadar menyebut contoh, betapa pentingnya peran tambang batubara dalam membangun kota di Sumatera Barat. Demikian juga peran minyak dalam membangun ekonomi di kota-kota di Riau dan Kalimantan Timur. Karena itulah, kami kembali ingin mengingatkan kita semua, perusahaan tambang tanpa program CSR, lebih baik tutup saja tambangnya!
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1074367
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT