MencariAlternatif Pembiayaan Pertambangan
EDITORIAL NOTE MencariAlternatif Pembiayaan Pertambangan
___________________________________________________________________________Selain soal turunnya permintaan global, industri pertambangan kita juga dihadapkan pada masalah pembiayaan atau kredit permodalan.

Sejauh ini, masalah pendanaan memang merupakan salah satu problem dalam bisnis pertambangan di Indonesia. Tanpa dana atau modal, usaha tambang pun bisa berhenti beroperasi. Penetrasi kredit perbankan ke sektor pertambangan dan migas masih sangat rendah jika dibandingkan dengan sektor lain,

seperti perdagangan dan dunia usaha. Apa sebab? Banyak yang menilai, kurangnya pemahaman bank terhadap prospek usaha dan risiko pembiayaan menjadi kendala ekspansi pada sektor itu.Kalangan perbankan tampaknya cenderung selektif dalam me­nyalurkan kreditnya. Sikap selektif ini merupakan imbas dari melemahnya daya beli Eropa dan Amerika akibat krisis yang melanda.

Praktis, sikap ini membuat porsi pembiayaan di sektor tambang kian mengecil. Jika pun ada bank yang berminat, penyaluran pembiayaan di sektor ini hanya untuk vendor penambang besar.

Minimnya penyaluran kredit perbankan ke sektor pertambangan ini memaksa para pelaku industri pertambangan untuk mempertimbangkan alternatif pembiayaan nonbank. seperti pasar modal dan penerbitan surat berharga yang relatif berjangka panjang sesuai dengan karakteristik usaha sektor pertambangan.Hal ini wajar saja dilakukan, apalagi dukungan perbankan nasional dalam pembiayaan sektor pertambangan masih tergolong kecil.

Disadari bahwa pembiayaan pada sektor pertambangan adalah investasi jangka panjang, sementara dana perbankan umumnya berjangka pendek.Padahal, pelaku usaha di sektor pertambangan membutuhkan dana besar untuk membiayai kegiatan eksplorasi dan eksploitasi. Untuk itu, pelaku usaha di sektor energi dan sumber daya mineral juga perlu mempertimbangkan alternatif baru mengenai pembiaya­an nonbank ini.Atas dasar itulah, sudah saatnya pemerintah membuat aturan baru mengenai skema penjaminan kredit yang proporsional.

Pendirian biro kredit juga diharapkan bisa mengurangi persepsi risiko yang masih tinggi di kalangan perbankan. Dengan begitu, diharapkan industri pertambangan kita tak lagi terlihat kurang darah.
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1036982
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT