Donny Nuriawan: Dokter Spesialis Investasi
EKSEKUTIF Donny Nuriawan: Dokter Spesialis Investasi
___________________________________________________________________________Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menembus Rp 11.500, pertengahan September lalu. Kendati cenderung berfluktuasi, rupiah terlihat terus melesu, lebih ringkih dibanding periode sebelumnya yang berkisar Rp 9 ribuan. Lantas, bagaimana pengaruh pelemahan rupiah terhadap arah investasi investor? Banyak kalangan berasumsi, pelemahan rupiah yang diikuti dengan kejatuhan harga di pasar modal bisa menimbulkan kekhawatiran bagi pemodal. Karena itu, para pemodal perlu memahami bahwa dalam jangka pendek, pasar modal dapat mengalami tingkat volatilitas yang tinggi. Di sisi lain, pemerintah juga bereaksi dengen pelemahan rupaih ini. Salah satu keputusan yang telah diambil pemerintah adalah dengan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi impor minyak, sehingga berdampak positif kepada neraca perdagangan. Menurut Direktur Investasi PT Sucorinvest Asset Management, Donny Nuriawan, riak pelemahan ini sudah terefleksi di pasar. Karena itu, pihaknya selaku pelaku pasar mengharapkan berita negatif keluar semua di akhir kuartal III ini sehingga pelaku bisa memutuskan sikap dalam berinvestasi.“Kami perkirakan sampai akhir tahun tekanan masih ada. Akhir tahun banyak perusahaan butuh dollar,” ungkap dia. Yang jelas, pemodal diharapkan tidak panik dan tetap fokus pada tujuan investasinya. Untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, menurut dia, investasi pada deposito atau reksa dana pasar uang akan mendapatkan keuntungan tambahan.Donny, panggilan akrabnya, mengatakan bahwa obligasi negara retail (ORI) bisa dijadikan salah satu alternatif investasi yang sangat bagus untuk dijadikan aset dasar reksa dana, baik pendapatan tetap maupun campuran. Walau demikian, lanjut Donny, manajer investasi kesulitan mendapatkan ORI di pasar sekunder dalam jumlah besar. Seperti diketahui, ORI merupakan obligasi yang diperuntukkan bagi investor retail atau individu. Nominal ORI yang bisa dijangkau masyarakat 5 juta rupiah menjadikan ORI sebagai produk investasi yang laris. Kendati demikian, ORI dalam jumlah besar susah didapat. Donny pantas berbicara soal investasi semacam ini. Pasalnya, PT Sucorinvest Asset Management yang merupakan anak perusahaan dari Sucorinvest Group memegang lisensi untuk Manajer Investasi sejak tahun 1999. Kinerja yang baik serta reputasi Sucorinvest Group mendorong pesatnya perkembangan perusahaan sehingga berhasil mencetak pencapaian-pencapaian yang memikat. “Saat ini dana kelolaan telah mencapai lebih dari Rp 3 triliun,” katanya. Jenis reksa dana yang dikelola mencakup reksa dana campuran, saham, pendapatan tetap, dan penyertaan terbatas. Dengan memiliki beragam jenis reksa dana, Sucorinvest Asset Management dapat memberikan pilihan investasi sesuai dengan profil risiko dan tujuan nasabah individu maupun perusahaan. Sebagai direktur investasi, Donny mengemban sejumlah visi dan misi dalam upayanya membangun usaha. “Visi kami menjadi Manajer Investasi terkemuka dan mewujudkan kehidupan yang lebih baik untuk masyarakat melalui pengelolaan dana investasi yang profesional, handal, dan dapat dipercaya,” katanya. Di samping itu, perusahaan ini juga memiliki komitmen untuk senantiasa memberikan pendidikan dan bimbingan dalam perencanaan keuangan dan investasi kepada para nasabah. “Tugas dan tanggung jawab saya adalah mengembangkan perusahaan menjadi yang terkemuka,” ucap Donny. Tak hanya mendatangkan keuntungan bagi nasabah, karyawan, dan pemegang saham, ia juga bertanggung jawab untuk menjaga perusahaan tetap tumbuh berkembang. Tentu, lanjutnya, tumbuh kembangnya perusahaan tetap dalam koridor mematuhi undang-undang yang berlaku, serta menerapkan good corporate governance. Selama memimpin divisi ini, Donny memiliki sejumlah target dan rencana. Ia dituntut untuk mengembangkan layanan wealth management dengan produk investasi yang bervariasi dan tingkat risiko dan target imbal hasil yang beragam. Ia juga ditugaskan untuk membentuk la­yanan go retail secara online, membangun jaringan cabang dan aliansi, membangun layanan investasi untuk institusi, serta membangun jaring­an teknologi informasi yang handal dan reliable. Di antara sejumlah target tersebut, Donny tetap memiliki skala prioritas dalam tugasnya. Salah satunya adalah melakukan edukasi berkelanjutan bagi karyawan untuk terus menjadi yang terdepan. Ia juga memfokuskan pada efisiensi tanpa me­ngurangi kualitas layanan dan produk pada nasabah. “Kami juga berfokus pada upaya meningkatkan total dana kelolaan, brand awareness, event, dan memperluas distribution channel,” ujarnya. Ia memang tergolong baru dengan tanggung jawab ini, karena bergabung di Sucorinvest Group sejak Mei lalu. Kontribusi nyata memang belum terlihat. Namun, aplikasi, strategi, dan target telah disosialisasikan secara bertahap. Pengalaman dan portofolionya yang sebagian besar didapat dari dunia investasi memungkin ia dapat beradaptasi di lingkungan baru dengan cepat.Sebelumnya, ia ber­karier, ia menjadi analis di PT Exim Securities pada 1997 lalu. Lantas ia menjadi sales institusi di divisi perdagangan saham di perusahaan yang sama hingga ta­hun 2000. Selanjutnya, ia menjadi managing director PT Danawitta Securitas hingga 2003. Ia juga sempat memangku jabatan sebagai senior vice president untuk membangun divisi manajemen investasi di PT Kuo Capital, setahun berikutnya. Donny juga pernah menjabat sebagai associate director untuk divisi manajemen investasi di PT Paramitra Alfa Securitas hingga 2005. Selanjutnya, ber­turut-turut ia menjadi investment director di PT Credit Suisse Investment Management Indonesia investment ad­vi­sor di Transpacific Group hingga 2013. Dengan tugas dan tanggung jawabnya yang baru, ia pun tak lupa untuk membangun kebersamaan tim agar mampu meraih target perusahaan secara maksimal. Ia merangsang tim untuk ters berpikir positif, jujur, dan terbuka dengan membangun komunikasi yang efektif. “Kami selalu berusaha untuk meluangkan waktu bertemu secara bersama, selain untuk brainstorming, juga untuk mengenal lebih dekat hubungan sesama karyawan,” ujarnya. Ia juga berupaya untuk membangun suasana kekeluargaan, team building, dan team gathering. Selama berkarier sebagai profesional di dunia investasi, Donny merasakan banyak pengalaman berkesan. Waktu Indonesia didera krisis moneter pada 1998, ia ingat bagaimana situasi saat indeks saham turun hingga level terendah di tengah suasana kerusuhan. Begitu juga pada 2008 lalu, saat krisis keuangan kembali melanda negeri. Keadaan itu menuntutnya untuk senantiasa memiliki kesabaran dan ketelatenan untuk mengedukasi nasabah dan tetap berinvestasi di pasar modal Indonesia. Kini, ia menargetkan dapat meraup dana kelolaan mencapai Rp 5 triliun dari konvensional produk dalam lima tahun ke depan. “Kami ingin memiliki nasabah retail minimal 5000, penjualan online dan distribusi produk melalui gerai waralaba, serta memiliki produk yang inovatif,” ujarnya. Berbekal pengalaman dan loyalitas, tak sulit baginya untuk mewujudkan hal ini.
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1074779
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT