Elvis Abraham : Menggapai Prestasi diPutaran Waktu
EKSEKUTIF Elvis Abraham : Menggapai Prestasi diPutaran Waktu
___________________________________________________________________________Aktualisasi diri merupakan suatu nilai. Ia merupakan ekspresi diri bahwa hidup bukan hanya putaran waktu. Ia harus mempunyai nilai, setelah itu mati. Demikian esensi hidup. Hidup bukan hanya tarikan nafas. Tapi harus berarti. Itulah Elvis Abraham. Ia mengukir hidup dalam prestasi. Baginya hidup bukan hanya berada di ruang hampa. Jauh dari itu. Ia mengisi hidup dengan penuh arti. Paling tidak bagi dirinya dan lingkungan dekatnya. Tak heran bila tarikan napasnya berbanding lurus dengan obsesi prestasi. Baru-baru ini ia menyabet Gold Achievement di sektor pertambangan yang diselenggarakan oleh Media Shift Indonesia dan SSCX International, September lalu.Pria yang sudah menghabiskan masa lajangnya pada 10 Mei 2014 lalu, kelahiran pada 22 Maret 1985 di Tarakan, Kalimantan Timur ini, berhasil membuat inisiatif perbaikan proses bisnis dengan hasil yang maksimal. Ia berhasil melakukan Optimalisasi Konsumsi Fuel pada Aktivitas Loading Lumpur. “Loading lumpur itu sendiri merupakan aktivitas yang dilakukan hampir setiap tahun di PT. Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) tempat saya bekerja. Sementara cost loading lumpur tersebut sangat tinggi. Rata-rata konsumsi fuel 4,33Liter/L cm,” ujar Elvis Abraham kepada BORNEO.Sementara lumpur yang harus diloading sekitar 800.000 Lcm pertahun. Artinya jika dikalikan terhadap konsumsi fuel/Lcm, maka dibutuhkan fuel sebanyak 3.464.000 Liter. Oleh karena itu, perlu perubahan besar untuk menekan cost penggunaan fuel. Setelah dilakukan improvement, hasilnya cukup memuaskan. Sedikitnya dapat mengurangi penggunaan fuel sebesar 58% terhadap konsumsi fuel actual (4,33 Liter/Lcm menjadi 2,52 Liter/Lcm). Caranya dengan merubah metode loading lumpur dengan mengganti alat yang digunakan sesuai material yang di-loading (Modifikasi PC400 Dragflow & Modifikasi HD Vessel Jumbo dengan tail gate).Elvis memang sosok yang inovatif. Ia tak puas atas hasil proses kerja. Perlu ada improvement dalam setiap proses. Sebelumnya loading lumpur menggunakan PC2000 (Digger) dan HD Vessel standar. Sebenarnya unit ini lebih cocok digunakan untuk digging material. Saat loading lumpur, material sering tumpah dan tercecer di front. Saat pengambilannya diperlukan dukungan tambahan seperti bulldozer untuk hauling dan dumping yang juga memiliki masalah saat unit travel muatan material lumpur sering tumpah ke jalan karena hauler tersebut tidak dilengkapi dengan tail gate.Oleh sebab itu, tambah Elvis, dilakukan improvement pada unit digger dan hauler. Pada unit digger dilakukan modifikasi pada PC400 standart dengan mengganti track biasa dengan amphibious track.Sedangkan bucket diganti dengan Dragflow HY85-160 B (Pompa Lumpur). Untuk unit PC400 Dragflow tersebut ditempatkan di tengah kolam lumpur. Untuk hauler dilakukan modifikasi pada unit HD 785-5 dengan mengganti vessel standart dengan vessel jumbo yang dilengkapi dengan tail gate, pada lock dump yang dilengkapi dengan karet rubber, sehingga lebih rapat saat tail gate tertutup. Setelah itu pipa HDPE di-connect-kan dengan PC400 dragflow guna mengalirkan lumpur yang terhisap dragflow ke unit hauler (HD 785-5 Modifikasi) kemudian dilakukan hauling menuju disposal mudcell yang sudah disiapkan.Lebih lanjut ditambahkan, ide ini merupakan inisiatif team Operation yang melakukan observasi dan riset bersama team Plant. Kemudian membuat beberapa perubahan, perbaikan metode dan perencanaan. Sedikitnya diperlukan waktu enam bulan untuk observasi dan riset.Karena metode ini baru digunakan, tambah Elvis, diperlukan referensi dan penggalian informasi yang banyak. Selain itu, dalam hal pengoperasian alat terutama PC400 Dragflow, diperlukan training khusus kepada operator. “Dari segi safety kami membuat IBPR (Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Resiko-Red) dan juga dibuat SOP untuk membantu saat pengoperasian aman dilakukan,” tandasnya serius. Sejauh ini pihak manajemen mendukung dan terlibat langsung dalam improvement ini. Dan ini menjadi salah satu pilar kesuksesan tersebut.Sebelumnya pihak manajemen menggunakan sejumlah alat dengan pekerjaan berbeda-beda. Hal ini dianggap sebagai uji coba. Tentu dilakukan perbaikan-perbaikan dalam pekerjaan tersebut. Saat improvement ini dilakukan dengan menggabungkan metode dan alat-alat yang digunakan sebelumnya menjadi satu metode. Sudah diperkirakan ekspektasi hasil yang didapat.“Saat ini saya sebagai Supervisor Mine Plan Engineering yang bertugas merencanakan tambang dalam jangka panjang (Long Term Engineer-Red). Kegiatan itu meliputi perencanaan annual design, annual forecasting budget, monitoring pit service, dewatering project, short term engineer, dan lain-lain,” jelas Elvis yang mempunyai hobi mendengarkan music, sport and travelling .Ia mengakui, banyak sekali improvement yang dilakukan dalam setiap aktivitas penambangan. Terntunya ini sudah menjadi budaya kerja di BUMA. Untuk menjaga konsistensi improvement dan penerapan standarisasi tersebut, dilakukan monitoring oleh departement itu sendiri dibantu oleh Business Exellence Team (Divisi Improvement BUMA).Di sini terdapat section yang menangani learning organization yaitu Learning and Development. Di mana seluruh proses training hingga penerapan dan implementasi sepenuhnya diarahkan melalui section tersebut. “Salah satu bentuk implementasinya adalah proses coaching yang tengah berjalan di perusahaan kami,” ujarnya.
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1037674
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT