Anak nakal dan industri tambang
KOLOM Anak nakal dan industri tambang
___________________________________________________________________________Pengabdian corporate social responsibility (CSR) di banyak perusahaan tambang sejauh ini sering kali dikerdilkan sebagai pada community development (comdev). Hal ini terjadi terutama kalau di pengertian pemerintah daerah atau masyarakat, CSR itu adalah kegiatan comdev. Padahal, kalau lihat ISO26000, CSR adalah kewajiban sosial perusahaan terhadap stakeholder-nya. Terhadap pegawai sendiri, konsumen, vendornya, lingkungannya, masyarakat sekitar, dan lingkungannya. Itulah CSR dalam arti luas. Kalau perusahaan obat-obatan dan makanan, yang paling penting di situ adalah tanggung jawab sosial perusahaan kepada konsumennya. Batubara juga begitu, tanggung jawab pada user-nya, dari mana batubara ini didapat, legal tidak, melanggar aturan tidak. Begitulah semestinya.Penyempitan CSR hanya semata pada kegiatan comdev itu, membuat masyarakat meminta dana pada perusahaan dengan keinginan yang tak terbatas, walaupun sumber daya alam yang terbatas. Karena itu selalu muncul konflik, masyarakat merasa tidak puas, sementara perusahaan merasa sudah memberikan dana banyak. Inilah kalau pemahaman soal CSR yang tidak nyambung. Karena itu, kita kembalikan CSR pada acuan yang benar. Pengertian universal yang dimengerti scara global. Apalagi, menyangkut masalah kewajiban, tentu saja ada batasan maupun persentasenya. Kalau dianalogikan de­ngan agama, yang wajib-wajib itu harus ada tolak ukurnya.Karena itu, dalam ISO 26000, ada tolak ukur terhadap program CSR yang telah dilakukan. Bukan semata pada komunitas, tapi pada stakeholder secara keseluruhan, seperti pegawai, konsumen, serta masyarakat sekitar. Perusahaan tambang yang tak bisa membayar pegawainya dengan layak, tak bisa memberikan kenyamanan dan keselamatan kerja dengan baik, bisa disebut belum bisa melakukan CSR dengan baik. Sejauh ini, berdasarkan pengamatan APBI, CSR masyarakat tambang lebih maju, karena banyak bergerak dengan masyakat dan lingkungan sekitar. Dalam periode tertentu, kita boleh dikatakan, merusak keadaan tanah dan sebagainya. Itu sudah menjadi hal yang lama, bahwa perusahaan yang baik harus melakukan comdev, serta membina hubungan dengan masyarakat setempat.Inilah yang juga menjadi filosofi good mining pratices. Tapi, kalau kita lihat, banyak perusahaan kecil tidak comply dengan regulasi serta tak menerapkan good mining practices. Memang tak bisa dihindari, di semua sektor juga ada orang nakal. Di perusahaan tambang, yang nakal juga ada, tak comply dengan aturan lingkungan, hak asasi manusia, serta hukum yang berlaku. Menurut saya, hal ini bukan di pertambangan saja, tapi merupakan bagian dari bangsa ini. Bangsa ini punya masalah moral.Kini, buyer pun sudah peduli dengan CSR. Kalau di negara maju, beli sesuatu bukan asal barangnya cocok. Membeli kayu lapis, dia tanya, kayunya dari mana, ijinnya bagaimana, ada reklamasi, dan sebagainya. Begitu juga dengan buyer batubara. Negara Eropa dan negara maju lainnya seperti Jepang dan Korea, tidak sembarangan beli batubara. Dia mengaudit dulu bagaimana perusahaan itu melakukan reklamasi, bagaimana perusahaan tersebut taat aturan, bayar pajak, dan sebagainya,Makanya di Indonesia, sudah ada istilah extractive industry transparancy inisiative (EITI). Publish your pay. Jadi, kalau perusahaan nunggak pajak, tak bayar royalti bertahun-tahun, itu menjadi catatan para pembeli di sana. CSR akan jadi portofolio perusahaan. Ke depan, CSR akan jadi semacam green label atau eco label. Kalau perusahaan tak comply dengan ini, penalti atau hukumannya adalah hukuman sosial. Jadi, kalau tambang tak ada CSR, tak comply dengan lingkungan, tak menerapkan good mining practices, lebih baik tutup saja. Kalau masih lanjut, berarti dia tak punya tanggung jawab secara sosial. Perusahaan itu bisa dikategorikan sebagai anak nakal. Anak nakal ini sebetulnya tak punya hak hidup.
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1074369
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT