Kemitraan Antara Australia-Indonesia Demi Industri Pertambangan
KOLOM Kemitraan Antara Australia-Indonesia Demi Industri Pertambangan
___________________________________________________________________________Konferensi dan pameran industri pertambangan, ozmine, kembali diselenggarakan oleh Pemerintah Australia beberapa waktu lalu di Jakarta. Diselenggarakan oleh Australian Trade Commission (Austrade), lembaga pemerintah Australia yang bergerak di bidang promosi perdagangan, investasi dan pendidikan, konferensi ozmine2013 tahun ini mengusung tema utama “Australia and ASEAN: Partnering for Performance”. Indonesia sekali lagi menjadi tuan rumah acara ini, yang merefleksikan kekuatan yang dimiliki negara ini di industri pertambangan. Sektor pertambangan adalah tulang punggung perekonomian bagi Indonesia dan Australia. Banyak karyawan Indonesia dipekerjakan oleh perusahaan-perusahaan tambang Australia, yang merupakan kontributor penting bagi perekonomian negara. Sektor ini menciptakan ratusan ribu peluang kerja, menarik investasi langsung asing dan memberi kontribusi miliaran dolar bagi perekenomian negara melalui ekspor mineral, jasa dan teknologi. Di samping itu, perusahan-perusahaan Australia telah melakukan investasi jangka panjang di Indonesia, berkomitmen pada praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, serta menyediakan program-program pelatihan, alih teknologi, dan pendidikan.Hubungan perdagangan dan investasi antara Australia dan Indonesia telah berkembang dengan sangat baik selama bertahun-tahun, khususnya dalam hubungan bisnis di sektor pertambangan. Menurut data, sektor pertambangan dan beberapa konsultan riset Australia, ada 45 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Australia yang telah menyatakan minat terhadap 172 proyek pertambangan di Indonesia. Di samping meningkatkan kinerja industri itu sendiri, kemitraan yang erat di sektor pertambangan antara kedua negara juga merupakan fondasi bagi hubungan regional yang kuat. Selain itu, sejumlah perusahaan Australia yang bergerak di sektor penyediaan alat, pelatihan, teknologi, keahlian dan jasa pertambangan juga telah menyampaikan minat serius terhadap perusahaan-perusahaan dari luar Australia, termasuk beberapa perusahaan pertambangan besar di Indonesia.Pemerintah Australia telah memberikan kontribusi sebanyak A$17,45 juta untuk Extractive Industries Transparency Initiative (EITI) dari tahun 2007 sampai dengan 2015, untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pendapatan dari sektor pertambangan dan migas. Komitmen Australia ini diperkuat dengan investasi Pemerintah Australia sebesar A$105 juta untuk Mining for Development 2 Initiative selama tiga tahun terakhir. Program ini ditujukan memberikan masukan-masukan praktis serta layanan pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan, yang akan difokuskan pada good governance dan regulasi, pelestarian lingkungan hidup dan komunitas, serta efektifitas operasi dan keselamatan. Indonesia dan Australia bekerja sama untuk mencapai hasil yang benar-benar positif di sektor pertambangan dengan cara yang dapat memaksimalkan keuntungan yang diperoleh dari pengolahan sumber daya alam untuk semua pihak, yaitu masyakarat, pemerintah dan industri. Melihat pentingnya sektor pertambangan baik bagi Indonesia maupun Australia, sinergi yang nyata antara kedua negara juga patut dilakukan.Kami mengerti pernyataan-pernyataan terbuka Pemerintah yang sedang mempertimbangkan untuk meninjau ulang persyaratan bahwa seluruh mineral untuk diproses di dalam negeri pada 2014 mengingat tantangan-tantangan pendirian industri peleburan dalam negeri. Industri sangat prihatin tentang persyaratan peleburan dan larangan ekspor mulai 1 Januari 2014 sehingga kami menyambut baik indikasi fleksibilitas sangat dini ini. Selain itu, kami juga mengerti bahwa pemegang Kontrak Karya berada dalam tekanan yang semakin besar untuk melakukan perundingan ulang kontrak karya tersebut. Memberi kepastian regulasi untuk terus menarik investasi yang tepat adalah sangat penting bagi Indonesia dalam sektor ini. Yang pasti, sektor pertambangan memegang peranan penting bagi perekonomian indonesia-Australia. Australia akan terus berkiprah dengan Pemerintah Indonesia untuk mendukung kepentingan bisnis Australia di Indonesia dan berkonsultasi dengan perusahaan-perusahaan tambang Australia yang telah mananamkan modal di Indonesia. Nilai total investasi Australia di Indonesia pada tahun 2012 mencapai 5,4 miliar dolar Australia, yang juga mencakup sektor pertambangan.
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1035249
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT