Bolivia : “ Garis Tegas” Nasionalisasi Sang Presiden
LUAR NEGERI Bolivia : “ Garis Tegas” Nasionalisasi Sang Presiden
___________________________________________________________________________"Hampir 400 tahun kekayaan minyak dan gas bumi serta mineral Bolivia dieksploitasi, tapi hasilnya lebih banyak dinikmati negara lain. Sementara rakyatnya terpuruk dalam kemiskinan. Presiden Bolivia Evo Morales sejak satu windu terakhir ini melakukan nasionalisasi pada sejumlah perusahaan minyak. Berlahan tapi pasti negeri ini mulai “bangun dari tidur lelapnya!”Republik Bolivia merupakan sebuah negara di Amerika Selatan yang berbatasan dengan Brasil di sebelah utara dan timur, Paraguay dan Argentina di selatan, dan Chili dan Peru di barat. Di antara negara di Benua Amerika Selatan, Bolivia merupakan negara paling kecil di antara yang lain.Negara yang disebut dengan Republica Boliviar berasal dari nama pendirinya bernama Simon Boliviar. Itu merupakan analogi yang digunakan dalam pemberian nama di suatu negara. Sebut saja Romulus menurunkan nama Roma, Christopher Columbus menurunkan Colombia, dan Bolívar menurunkan Bolivia. Bolivia ini merupakan salah satu komunitas dari negara Andes. Diantara negara komunitas itu adalah Colombia, Ekuador dan Venezuelan yang sekarang menuju proses ke luar dari komunitas tersebut. Dan uniknya lagi, negara ini termasuk wilayah pedalaman. Setiap perbatasan Bolivia adalah perbatasan dengan negara lain, sehingga tak memiliki laut. Dulu sempat memiliki pesisir di Samudra Pasifik, namun hilang pada 1979 akibat Perang Pasifik. Bagian barat Bolivia ada di jajaran pegunungan Andes. Pegunungan tertinggi di Bolivia disebut Nevado Del Sajama dan di situlah kota Oruro. Ada bagian di Bolivia berada di dataran tinggi dan ada pula bagian Bolivia yang berada hampir mendekati permukaan laut. Ada sedikit bagian Bolivia yang ditutupi oleh hutan Amazon dan danau besar yang merupakan danau tertinggi di dunia, yang disebut Danau Titicaca. Ibukota Bolivia adalah La Paz. Kota ini terletak 3.600 m (11.800 kaki.) di atas permukaan laut. Kota yang berdekatan dengan La Paz adalah El Alto, terletak pada 4.200 m (13.800 kaki) di atas permukaan laut. Wilayah ini merupakan salah satu kota yang paling cepat berkembang di belahan barat. Sementara Santa Cruz, sebagai pusat perdagangan dan industri di dataran rendah bagian timur. Daerah ini mengalami pertambahan penduduk dan perkembangan ekonomi. Sedikitnya ada sembilan daerah yang dikenal sebagai departamentos. Yaitu Beni, Chuquisaca, Cochabamba, Oruro, Pando, La Paz, Potosi, Santa Cruz, dan Tarija. Kota-kota utama di Bolivia diantaranya adalah La Paz, Santa Cruz de la Sierra dan Cochabamba. Boleh jadi Bolivia merupakan negara termiskin di Amerika Selatan setelah Guyana. Padahal negara ini mempunyai ladang emas dan gas kedua terbanyak di situ. Hal ini terjadi karena adanya eksploitasi dari bangsa Spanyol yang pernah menduduki wilayah Bolivia. Kekayaan negara ini melimpah tetapi menjadi negara termiskin sehingga Bolivia mendapat sebutan “Negara Keladai yang tidur di atas timbunan Emas”. Faktor Politik menjadi penyebab Bolivia terhambat perkembangannya.Sekitar dua pertiga penduduknya berprofesi sebagai petani yang hidup dalam kemiskinan. Kepadatan penduduk kurang dari 1 jiwa/km persegi di dataran tenggara hingga sekitar 10 jiwa/km persegi di tengah dataran tinggi. Sejak 2006, penduduknya bertambah sekitar 1,45% per tahun. Bolivia nyaris punya segalanya: minyak, gas, emas, timah, hidrokarbon, dan lithium. Sayang, selama 400 tahun lebih kekayaan alam itu dikeruk tanpa henti oleh bangsa asing. Hingga, pada tahun 2002, terjadi protes atas kepemilikan asing terhadap gas Bolivia. Rezim neoliberal Bolivia menindas protes itu dan menyebabkan 60-an orang rakyat tewas.Ketika Evo Morales menjadi kandidat Presiden, salah satu janji kampanyenya adalah mengembalikan kedaulatan Bolivia atas kekayaan alamnya. Tak pelak, Evo Morales berhasil menjadi presiden Bolivia. Dalam tempo tiga bulan beliau dilantik menjadi Presiden Bolivia ( 1 Mei 2006), Evo Morales mengeluarkan dekrit nasionalisasi perusahaan minyak dan gas. Uniknya, nasionalisasi Bolivia berbeda dengan nasionalisasi pada umumnya. Di Bolivia, dekrit nasionalisasi tidak mengarah pada pengambil-alihan asset. Sebaliknya, pemerintah hanya menuntut pajak yang lebih tinggi, renegosiasi kontrak, dan pembangunan kembali perusahaan minyak dan gas negara.Ketentuan baru mengharuskan kenaikan royalty 18% plus pajak 32%. Untuk gas alam, yang menghasilan 100 juta kaki kubik perhari, terjadi kenaikan pajak 32%. Selain itu, renegosiasi kontrak juga berlangsung terhadap 44 kontrak pertambangan. Proses renegosiasi hanya memakan waktu 6 bulan.Di bawah aturan baru, perusahaan migas Bolivia, Yacimientos Petrolíferos Fiscales Bolivianos (YPFB), mulai diberi kepemilikan separuh saham di perusahaan-perusahaan asing. Memang, Bolivia tak sepenuhnya menendang ke luar investor asing. Sebaliknya, Evo Morales bilang, “Bolivia menginginkan Mitra, bukan Tuan.”Alhasil, langkah Evo Morales itu membawa berkah bagi rakyat Bolivia. Pendapatan migas Bolivia naik dari 173 juta dollar AS pada tahun 2002 (sebelum Evo Morales berkuasa) menjadi 1,57 milyar dollar AS pada tahun 2007. Sebagian besar keuntungan itu didistribusikan untuk pendidikan, kesehatan, penciptaan lapangan kerja, dan pembangunan infrastruktur.Lebih dari separuh (60,6%) rakyat Bolivia hidup dalam kemiskinan. Setahun setelah Evo Morales menjadi presiden, angka kemiskinan menurun hingga 48,5%. Kemiskinan ekstrem juga berkurang dari 38,2 persen menjadi 24,3 persen. Ini suatu prestasi yang luar biasa. Patut mendapat acungan jempol.
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1074361
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT