Brazil: Potensi Negara Terluas Di Amerika Latin
LUAR NEGERI Brazil: Potensi Negara Terluas Di Amerika Latin
___________________________________________________________________________Brazil adalah sebuah negera besar di Amerika Latin, terlebih jika dilihat dari sisi luas wilayah. Tercatat wilayah territorial negara ini seluas 8. 547.404 km 2. Brazil juga dikaruniai sumber daya alam yang melimpah. Tak hanya areal hutannya yang luas sebagai paru-paru dunia tapi Brazil juga menyimpan potensi besar di bidang pertanian, kehutanan, perkebunan hingga tambang. Pertanian dan kehutanan bisa dikatakan sebagai tulang punggung bagi perekonomian Brazil. Negara yang dikenal dengan goyang samba ini masih tercatat sebagai pengekspor kopi utama dunia. Adapun hasil pertanian lainnya berupa teh, rempah-rempah, kapas, cokelat serta tembakau. Sedangkan potensi hutan Brazil lebih banyak dimanfaatkan untuk konstruksi dan pembuatan bubur kayu (pulp) sebagai bahan baku kertas. Potensi pertambangan Brazil juga cukup besar dan mampu menyumbang 8,6 persen dari keseluruhan pendapatan Negara. Tambang utama Brazil adalah bijih besi sedangkan hasil tambang lainnya adalah emas, minyak, timah, nikel, aluminium, kapur, intan dan aneka macam batu mulia. Cadangan emas dan uranium Brasil yang cukup besar, mengkontribusi posisi negara ini di urutan ke-7 negara dengan sumber daya alam terbesar. Brasil juga memiliki 17 persen pasokan bijih besi, kedua terbesar dunia. Bagaimanapun, sumber daya alam yang paling berharga adalah kayu, dengan penguasaan 12,3 persen pasokan kayu dunia, senilai US$ 17,45 triliun. Brazil juga baru menemukan minyak mentah lepas pantai yang biasa disebut presalt. Cadangan minyak mentah presalt sendiri bisa mencapai 44 miliar barel. Salah satu Negara bagian yang memiliki potensi tambang besar adalah Amazonas. Negara bagian terluas di Brazil ini menyumbang hingga 80 persen dari produksi timah di negara tersebut. Ini juga merupakan sumber tantalum. Dengan demikian, ekspor di daerah itu menawarkan potensi investasi yang baik. Brazil juga memiliki cadangan minyak di Silves dan Urucu. Brazil juga cukup piawai memanfaatkan sumber daya lainnya guna mengurangi ketergantungan pada minyak. Negara yang akan menjadi tuan rumah piala dunia 2014 ini menggunakan hidroelektrisitas dengan memanfaatkan banyaknya sungai yang mereka miliki. Sebelumnya Brazil tergantung pada 70 persen impor, namun pada tahun 2006 negeri itu berhasil mencukupi kebutuhan dalam negerinya. Brazil adalah salah satu dari produser hidroelektrik dengan kapasitas sekitar 58.000 megawatt. Energi ini memenuhi 92 persen kebutuhan listrik Brazil. Dua proyek hidroelektrik, Dam Itaipu di Sungai Panama yang berkapasitas 12.600 megawatt dan Dam Tucurui di daerah Para bagian Utara Brazil dioperasikan. Sedangkan reaktor nuklir, Angra I dekat kota Rio de Janeiro telah dioperasikan selama 10 tahun ini. Angra II masih dikonstruksikan sedang Angra III dalam perencanaan. Reaktor-reaktor ini akan menambah persedian energi sebesar 3.000 megawatt lagi.Brazil juga memiliki perusahaan minyak yang cukup besar yaitu Petrobas. Perusahaan minyak ini mampu melakukan ekspansi produksi ke beberapa negara lain, seperti operasinya di Bolivia. Petrobras juga tengah meningkatkan kapasitas produksi minyak lautnya hingga tiga kali lipat. Perusahaan minyak tersebut menargetkan, produksi minyak yang dieksploitasi dari laut dalam akan mencapai 962.500 barel per hari (bph) pada 2017, naik dari posisi saat ini hanya 300.000 bph. Untuk melakukan penambahan tersebut Petrobas juga bersiap melakukan penge­boran minyak baru. Tambahan eksploitasi minyak dari laut dalam tersebut diharapkan berkontribusi pada total produksi minyak mentah nasional menjadi ekuivalen sebesar 3,4 juta bph pada 2017. Jika terpenuhi, jumlah tersebut lebih banyak 1 juta bph dibanding 2012. Selain itu, di sektor gas, produksi nasional Petrogras tahun yang sama ditargetkan mencapai 2,75 juta bph, naik dari tahun sebelumnya 1,98 juta ekuivalen bph. Untuk mencapai target produksi 2017, Petrobras akan menginvestasikan dana sekitar US$147 miliar untuk eksplorasi laut dalam atau sekitar 62 persen dari total rencana belanja perusahaan US$ 236,7 miliar selama periode 2012-2016. Dalam skema investasi lima tahunan tersebut, Petrobras menambah dana belanja perusahaan untuk membantu meningkatkan produksi minyak sebesar 4 persen. Upaya peningkatan produksi tersebut sejalan dengan peningkatan permintaan domestik yang diprediksi tumbuh 4,2 persen per tahun hingga 2020. Sebelumnya kepada televisi lokal di Brasil Foster mengatakan bahwa pada 2020 produksi minyak laut dalam di Brasil ditargetkan mencapai 4,2 juta bph. Dari jumlah tersebut 52 persennya berasal dari cadangan yang ada di kedalaman 6.000 meter perairan tenggara Brasil. Produksi minyak laut dalam di Brasil mulai dilakukan pada 2007 lalu dan diperkirakan memiliki cadangan hingga 100 miliar barel. Sementara itu, selain memproduksi minyak bumi sebagai cadangan energi, Petrobras juga terus me­ningkatkan kapasitas produksi minyak nabati jenis etanol. Melalui anak usahanya Petrobras Biofuel, perusahaan milik Pemerintah Brasil ini menganggarkan dana investasi senilai US$1,9 miliar untuk kurun waktu 2011- 2015. Selain itu, Petrobras juga menginvestasikan dana US$1,3 miliar untuk pengembangan logistik dan US$300 juta untuk riset. Investasi sebesar itu diharapkan bisa menunjang penambahan kapasitas produksi etanol dari 1 juta liter menjadi 5,6 juta liter pada 2015. Komisaris dan direksi Petrobras juga sepakat perusahaan akan menjaga peringkat kredit Petrobras di level investment grade. Petrobras meyakinkan kepada inves­tor bahwa perusahaan itu tidak akan menerbitkan saham baru. Selain itu, untuk menambah permodalan, Petrobras juga akan melepas beberapa aset dengan target nominal sebesar US$15 miliar. Beberapa aset yang akan dilepas di antaranya berada di Teluk Meksiko, Amerika Serikat (AS) dan diharapkan bisa mendapatkan dana sekitar US$9,9 miliar.Brazil juga menjadi pemimpin Negara-negara kawasan Amerika Selatan karena kemampuannya me­mainkan peran sebagai penggagas kerjasama kawasan di tersebut dalam hal hubungan internasional. Brazil juga menjadi salah satu negara yang paling terindustrialisasikan di Amerika Latin, dengan modernisasi yang relatif cepat dan populasi urban yang semakin besar. Kekayaan dari hasil sumberdaya alam, manufaktur, dan beberapa industri menjadikan Brazil sebagai perekonomian terbesar di Amerika Selatan. Dalam usahanya memimpin Negara Negara Amerika Selatan Brazil berperan aktif menggalang keamanan kolektif, maupun kerjasama kooperasi ekonomi di kawasan.Brazil bergabung dengan Organisasi Negara Amerika (OAS), yang merupakan perjanjian inter-Amerika. Brazil memprioritaskan Kerjasama di kawasan untuk membangun kawasan tersebut secara tidak langsung mampu meningkatkan daya tawar Brazil di kancah internasional. Di saat ekonomi Eropa dan Amerika Serikat masih belum stabil, Brazil kian mantap menata ekonomi dan posisinya sebagai calon Negara maju di dunia.
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1035313
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT