6 Wilayah Pelabuhan Dikelola BLU
NEWS 6 Wilayah Pelabuhan Dikelola BLU
___________________________________________________________________________Jakarta, 19 Maret 2015 – Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, Bobby R Mamahit mengungkapkan jika sejak 1 Juli 2015 mendatang seluruh pengelolaan prasarana sander kapal milik pemerintah akan diselenggarakan oleh Badan Layanan Umum (BLU) dibawah pengawasan Kementerian Perhubungan yang dibagi dalam enam wilayah.Bobby mengatakan, pembagian enam wilayah tersebut meliputi wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara Timur serta Papua. Saat ini prosesnya tengah dijalankan dan diharapkan dapat selesai tepat pada waktunya.
“Tiap satu wilayah akan dikelola oleh satu BLU. Tidak semua Unit Pelaksana Pelabuhan (UPP) jadi BLU, namun kami pilih yang besar agar lebih produktif diusahakan oleh pemerintah,” kata Bobby beberapa waktu lalu di Gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta.
Dengan ditambahkannya pengelolaan oleh BLU atas pelabuhan-pelabuhan itu, diharapkan target Pendapatan Negara Bukann Pajak (PNBP) yang disumbangkan subsector Direktorak Jenderal Perhubungan Laut pada tahun ini dapat tercapai. Diproyengsikan, Dirjen Hubla akan meraup PNBP sebesar Rp 5,4 triliun pada tahun 2015, jumlah ini meningkat tajam dari tahun sebelumnya yakni Rp 900 miliar.
Sebelumnya pemerintah menawarkan rencana pengelolaan 50 pelabuhan UPT kepada Badan Usaha Pelabuhan (BUP). Rencana tersebut kemungkinan dibatalkan karena pemerintah akan melanjutkan proses pengelolaan pelabuhan kepada BLU.
Diantara pelabuhan yang akan ditawarkan kepada BUP adalah pelabuhan Anggrek, Garongkong, Buntu Toko, Baubau, dan Calang. Sebagian besar pelabuhan tersebut terletak di luar Jawa dan diperkirakan mulai ditawarkan pada Mei 2015. Pemerintah beralasan pengalihan pengelolaan pengelolaan pelabuhan UPT kepada BUP dikarenakan pemerintah kekurangan dana investasi dan berharap pengelolaan pelabuhan itu bisa lebih efisien. Untuk mekanisme penyerahan pengelolaan pelabuhan itu, pemerintah akan menerapkan proses lelang dengan bentuk kerja sama pemanfaatan.
Dari data diketahui, beberapa pelabuhan yang akan dikelola oleh BLU adalah Pelabuhan Singkil, Ulee Lheue, Simeuleu di Aceh, lalu Pelabuhan Karangantu di Banten, Tanjung Bulu Pandan, Socah, Bawean, Tanjung Tembaga di Jawa Timur. Ada juga Pelabuhan Waigama, Inawatan, serta Babo di Papua Barat, lalu Pelabuhan Agats, Demta, Bade di Papua.
Sementara Direktur Pelabuhan dan Pengerukan Adolf R Tambunan mengatakan, BLU dapat mendorong pengelolaan yang lebih kreatif atas pelabuhan UPT. Pasalnya, BLU memiliki sifat yang semi-bisnis. Selain itu, ke depan BLU dapat mengajak sejumlah tenaga ahli untuk bergabung agar pelayanan kepada konsumen meningkat. Pengelolaan keuangannya pun, lanjut Adolf, dapat dijalankan lebih mandiri.
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1035076
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT