IRESS: 1 April 2017 Serahkan Blok Mahakam Pada Pertamina!
NEWS IRESS: 1 April 2017 Serahkan Blok Mahakam Pada Pertamina!
___________________________________________________________________________Jakarta, 25 Juli 2013 - Indonesia Resources Studies (IRESS) menilai pernyataan petinggi-petinggi Total E&P Indonesie terkesan mengancam bahkan mendikte pemerintah Indonesia agar menyerahkan blok Mahakam pasca habis masa kontrak mereka pada tahun 2017 nanti. Dalam berita tertulis yang dikirimkan pada borneomagazine.com, IRESS memberikan contoh salah satu statement dari Senior VP Total E&P, Jean-Marie Guillermou yang menyatakan bersedia mengalokasikan hak partisipasi 30 persen kepada Pertamina selama masa trasnsisi 2017-2022.

Bahkan, pada 18 Juli 2017 VP Human Resources Total, Arividya Noviyanto menyatakan: ”Kalau 2014 blok Mahakam belum diputuskan, 2015 mau tak mau kita turunkan investasinya”. Ditambahkan, "Apabila tidak ada kepastian masa depan Blok Mahakam, maka ada proyek-proyek yang tidak dapat kami kerjakan”.

Senada dengan ucapan Elisabeth Proust pada 18 Juli lalu, “kami menghadapi beberapa proyek yang sudah tidak bisa kita lakukan, karena kita memiliki beberapa proyek, dimana prediksi tiba setelah 2017. Jadi ini tidak mungkin untuk melakukan itu sekarang. Dan masalah ini tentu saja akan lebih dan lebih sulit untuk menangani. Dan untuk mempertahankannya. Sehingga kita perlu kejelasan periode setelah 2017”.

“Atas pernyataan-pernyataan petinggi Total di atas, maka IRESS kembali mendesak pemerintah untuk segera menyatakan bahwa sejak 1 April 2017 Blok Mahakam akan dikelola secara penuh oleh Pertamina”, tegas Marwan Batubara di Jakarta kepada borneomagazine.com, Kamis (25/7/13).

Selain itu, pernyataan Total meminta pertimbangan atas terlampauinya pengembalian investasi setelah 2017 dan kesulitan pertanggungjawaban pada stakeholders, menurutnya jelas bertentangan dengan penjelasan Dirjen Migas tentang kesepakatan jaminan percepatan divestasi. Untuk diketahui, pada 17 Februari 2013 lalu pemerintah melalui Dirjen Migas Edy Hermantoro menyatakan bahwa demi menjamin tingkat produksi yang stabil, Total siap melakukan investasi meskipun perpanjangan kontrak belum diputuskan. Edy telah mengambil kebijakan berupa pemberian jaminan pengembalian investasi Total melalui percepatan pembayaran depresiasi aset yang tidak akan melebihi tahun 2017. Bahkan Ia memastikan sudah mendapat konfirmasi dan komitmen dari Total atas kebijakan tersebut.

“Hal ini menunjukkan bahwa Total melanggar kesepakatan (jika benar ada) yang dibuat bersama Ditjen Migas dan SKK Migas sebelumnya (17/2/2013). Karena sangat bernafsu untuk tetap menguasai Mahakam, Total menekan Pemerintah dan melanggar kesepakatan yang dibuat sebelumnya. Kami minta pemerintah tegas, ini perlu untuk menghapus keraguan publik bahwa kebijakan percepatan depresiasi hanyalah akal-akalan yang dirancang untuk mendukung keinginan Total. Jangan-jangan konsep “percepatan depresiasi” memang benar bagian dari skenario tersebut. Rakyat pasti prihatin jika Pemerintah tidak sadar atas pelecehan ini. Apalagi jika sampai ada oknum-oknum Pemerintah yang justru terlibat aktif merekayasa skenario guna mendukung Total”, tandas Marwan.

Sebagai informasi, sebelumnya Sekretaris SKK Migas Gde Pradnyana mengatakan bahwa investasi yang terus dilakukan oleh Total bukan karena pemerintah sudah memperpanjang kontraknya. Tapi karena SKK Migas meminta agar Total terus memenuhi komitmen investasinya sehingga produksi migas dari Mahakam tidak turun. Pernyataan Gde ini sejalan dengan penjelasan Dirjen Migas di atas, bahwa Total telah diberi jaminan memperoleh percepatan depresiasi untuk setiap investasi yang dilakukan yang akan dibayar kembali sebelum 2017.

Namun IRESS melihat ternyata sikap Total berbeda, kesiapannya menginvestasikan US$ 7,3 miliar sebelum 2017 diiringi dengan persyaratan. Seperti dikemukakan Jean-Marie pada 12 Juli lalu, “Jumlah dana ini cukup besar, untuk itu kami butuh perkiraan apa yang akan terjadi pada Total setelah 2017, karena pengembalian investasi ini baru bisa diperoleh setelah 2017. Bagaimana kami harus menjelaskan kepada stakeholders kami bahwa kami akan berinvestasi dimana di masa depan kami justru tidak terlibat” .


Penulis : Aini
Foto : borneomagazine.com



headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1073302
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT