Apemindo Desak Pemerintah Tunda Larangan Ekspor Mineral Mentah
NEWS Apemindo Desak Pemerintah Tunda Larangan Ekspor Mineral Mentah
___________________________________________________________________________Jakarta, 11 Desember 2013 - Asosiasi Pengusaha Mineral Indonesia meminta pemerintah masih memberi kesempatan bagi para pengusaha mineral mentah untuk mengekspor hasil bahan mentah. Hal tersebut bertujuan mengantisipasi penurunan defisit perdagangan.


Ketua Umum Apemindo Poltak Sitanggang mengatakan, jika rencana pemerintah yang akan menghentikan mineral mentah dapat meningkatkan defisit perdagangan, dan dapat membahayakan stabilitas makro ekonomi nasional.


Dijelaskan dia, bahwa saat ini pada triwulan III 2013, defisit perdagangan Indonesia sudah mencapai angka US$ 9,7 miliar atau setara 1,1 persen PDB. Dengan adanya pelarangan tersebut maka diperkirakan dapat mengurangi ekspor Indonesia sebesar US$ 5 miliar pertahun.


"Saat ini waktu yang tidak tepat untuk meningkatkan defisit perdagangan, pasalnya neraca perdagangan saat ini sedang tidak sehat," kata Poltak di Jakarta, Rabu.


Kalau pemerintah tetap melakukan pelarangan ekspor mineral pada 2014, dipastikan defisit perdagangan akan membesar dan akan mendepresiasikan rupiah. Selain itu, dengan adanya pelarangan ekspor mineral tersebut menurut Poltak selain merugikan negara Indonesia, bahkan dapat menguntungkan negara-negara pesaing, juga memberikan keuntungan bagi pemain asing. Pada dasarnya, lanjut Poltak industri tambang mineral nasional mendukung kebijakan pemerintah dengan penerapan hilirisasi di sektor pertambangan. Akan tetapi kebijakan yang telah diundangkan tersebut seharusnya dibarengi dengan ketersediaan infrastruktur penunjang dalam membangun smelter.


"Kami ini para pengusaha tambang, selain ada tuntutan bangun smelter, juga tuntutan bangun power plant," tandasnya.



Lebih lanjut pihaknya menegaskan jika dalam waktu dua tiga hari ke depan akan bertemu dengan Komisi VII DPR untuk menyampaikan aspirasi dari teman-teman pengusaha tambang sebelum ditempuh jalur hukum, agar bisa mempertimbangkan kembali putusan yang telah dibuat.
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1072946
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT