BPH Migas: Open Accsess Pendistribusian Gas Dilaksanakan Sesuai UU Migas
NEWS BPH Migas: Open Accsess Pendistribusian Gas Dilaksanakan Sesuai UU Migas
Kepala BPH Migas, Andi Noorsaman Sommeng (foto : bphmigas.go.id)___________________________________________________________________________Jakarta, 4 Oktober 2013 - Jika minggu lalu pemerintah masih melakukan evaluasi terkait kebijakan open access dalam pendistribusian gas guna membantu kalangan industri dalam menekan biaya produksinya. Sore tadi, Badan Pengawas Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menegaskan jika open access terkait pendistribusian gas harus dilakukan sesuai dengan UU Migas untuk menghindari monopoli transporter dalam pendistribusian gas.

Hal ini diungkapkan Kepala BPH Migas, Andi Noorsaman Sommeng ketika ditemui wartawan di KESDM, ia menjelaskan selain untuk menghindari monopoli, open access juga dilakukan guna menjaminan investasi pipa yang ada bisa segera balik modal.

"Gas bumi itu natural monopoli, awal-awal keluar banyak lama-lama turun, kalo sudah turun siapa yang pakai. Pipa ini secara nasional lebih efisien, karena pipa tidak kemana-mana." ujar Andi di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (4/10/13).

Ia juga menjelaskan perlunya ketersediaan infrastruktur, karena investasi baru bisa dilakukan jika ditemukan sumber baru dan market baru. Menurutnya jika hanya sumber baru yang ditemukan sedangkan marketnya sama itu tidak perlu adanya investasi baru, tinggal menggunakan infrastruktur yang ada. Andi mengungkapkan open access telah dilakukan, namun sebelumnya PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) meminta pengunduran waktu selama dua tahun pertama dan dua tahun kedua, maka dari itu, saat ini pemerintah harus segara menentukan.

"Waktu itu PGN minta waktu 2 tahun - 2 tahun, Oktober ini sudah harus berlaku. Keputusannya nanti pemerintah, sekarang tinggal Dirjen Migas kapan mau keluarkan. Mau di open apa diperpanjang ruas itu," ujarnya.

Minggu lalu, Wakil Mentri ESDM Susilo Siswoutomo menuturkan jika KESDM masih terus mengevaluasi kebijakan open access dalam pendistribusian gas, agar dapat membantu kalangan industri menekan biaya produksi. Ia menilai pemerintah harus menentukan yang terbaik bagi negara.

"Untuk menerapkan open access, hal yang paling penting saat ini adalah pembangunan infrastruktur, seperti pipa, sehingga gas dari sumber-sumber yang ada harus bisa dialirkan hingga ke konsumen. Aturannya harus lengkap, sehingga siapa yang akan membangun infrastruktur akan mendapatkan semacam kepastian," ujar Wamen ESDM usai acara Seminar Pemetaan Kebutuhan dan Peluang Riset pada Industri Migas Indonesia di kantor Lemigas, Jakarta, Kamis (26/9/2013).
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1073685
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT