Batasi Ekspor 2014, ESDM Segera Terbitkan Permen 20 Tahun 2013
NEWS Batasi Ekspor 2014, ESDM Segera Terbitkan Permen 20 Tahun 2013
“Apa saja yang bisa diekspor dan sampai kadar berapa, substansinya harus dimurnikan dan diolah dalam negeri setelah itu baru bisa diekspor dan sampai batas mana harus diolah," tutur Thamrin___________________________________________________________________________Jakarta, 22 Agustus 2013 – Sebagai turunan dari Undang-undang Nomor 4 tahun 2009 terutama pasal 170 yang mewajibkan perusahaan tambang mineral memurnikan dan mengolah ore-nya di dalam negeri. Kementrian Energi dan Sumber Daya mineral kembali berencana menerbitkan Permen 20 tahun 2013 sebagai regulasi lanjutan dari Permen 11 tahun 2012 yang juga mengatur tentang pelarangan ekspor mineral.

Dijelaskan Direktur Jendral Mineral dan Batubara KESDM, Permen 20 mencoba meregulasi apa saja mineral yang bisa diekspor dan sampai berapa kadarnya.

“Apa saja yang bisa diekspor dan sampai kadar berapa, substansinya harus dimurnikan dan diolah dalam negeri setelah itu baru bisa diekspor dan sampai batas mana harus diolah”, tutur Thamrin

Iapun memberikan contoh salah satu mineral yaitu emas yang kini sudah seharsunya jika diekspor dengan kadar 100%, sehingga saat emas itu belum dimurnikan maka dilarang untuk diekspor. “Sekarang emas itu sudah harus 100% murni jadi kalau ada kandungan emas 1 gram perton atau mungkin 5 gram perton itu nggak boleh diekspor harus diolah dulu ditinggikan dulu, diambili emasnya baru itu bisa diekspor. Jadi di Permen itu membatasi mana yang bisa diekspor, kalau itu untuk kebutuhan dalam negeri kadar berapapun silahkan," jelasnya.

Thamrin menegaskan agar jangan ada kekhawatiran Negara akan merugi saat pelarangan ekspor tahun depan diberlakukan, karena menurutnya Negara tidak rugi hanya tertunda dan sumber daya alam masih tetap di dalam negeri.

“ni untuk membatasi filosofinya ke depan ada kandungan tanah jarang yang kandungannya masih ada disitu jadi misal palladium masih ada dalam ore itu jadi saat kita olah maka tanah jarang akan di dalam negeri. Suatu saat akan bisa ekonomis, Negara nggak rugi tapi pendapatan tertunda iya,” tandasnya.
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1037022
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT