Datangi 2 Kementrian, SPARTAN Ultimatum Pemerintah
NEWS Datangi 2 Kementrian, SPARTAN Ultimatum Pemerintah
foto : m.aktual.co ___________________________________________________________________________Sekitar 100 orang perwakilan dari Solidaritas Para Pekerja Tambang Nasional (SPARTAN) mengultimatum 2 Kementrian yaitu ESDM dan Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI untuk memperhatikan nasib para Pekerja Tambang yang terkena PHK Massal akibat terbitnya PP 1/2014 dan Permen ESDM 1/2014 pada 11 Januari lalu.

"Jika sampai 20 Februari 2014 negara tidak juga mengambil tindakan atas PHK Massal yang timbul akibat kebijakan yang destruktif dan inkonstitusional tersebut maka 250 ribu pekerja tambang nasional akan turun ke jalan dan masuk ke ibukota untuk mengepung istana negara," papar Aim K Labuangsa, salah satu koordinator SPARTAN asal Sulawesi Tengah saat ditemui di
Kementrian ESDM, Kamis (23/1/2014).

Hal tersebut terpaksa dilakukan oleh para pekerja tambang akibat PHK Massal tanpa pesangon yang dialami oleh sekitar 585.000 lebih pekerja akibat dikeluarkannya PP 1/2014 dan Permen ESDM 1/2014 yang memicu gulung tikarnya ribuan perusahaan tambang mineral yang ada di berbagai penjuru negeri.

"Jika dalam 10 hari saja aturan itu keluar telah membuat 585 ribu lebih pekerja di PHK tanpa pesangon, maka kita bisa bayangkan bagaimana ledakan pengangguran yang terjadi di berbagai daerah yang kaya hasil tambang 2 atau 3 bulan ke depan. Kebijakan ini juga berdampak lanjutan dengan membuat masyarakat lingkar tambang yang selama ini membangun usaha dan bergantung hidupnya dari keberadaan pekerja tambang ikut menderita," tandas Aim.

Setelah menggelar aksi sekitar setengah jam, sejumlah perwakilan dari SPARTAN akhirnya diterima di Kementrian ESDM.

Central Informasi SPARTAN, Juan Forti menjelaskan bahwa hari ini SPARTAN juga akan menyampaikan hal yang sama ke Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

"Pasca aksi di ESDM kami akan lanjutkan dengan aksi di Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi," paparnya.

Menurut Juan aksi yang dilakukan saat ini hanyalah peringatan.

"Dalam Silaturahmi dan Konsolidasi yang SPARTAN gelar di Taman Wiladatika Cibubur sejak Senin lalu kami sudah membuat program aksi SPARTAN yang nantinya akan ditindaklanjuti di daerah masing-masing," ujarnya.

Program aksi itu lanjut Juan adalah melakukan konsolidasi masif dan pengorganisiran korban PHK Massal di tingkat Kabupaten dan provinsi.

"Aksi - Aksi di level Kabupaten dan Provinsi masing-masing digelar menuju tanggal 20 Februari sebagai pemanasan. Baru masuk Jakarta pada 20 Februari nanti," jelasnya.

Juan menambahkan bahwa penderitaan dan bayangan kelaparan akibat ketiadaan lapangan kerja di lokasi para pekerja tambang menjadi motivasi utama gerakan tersebut.

"Aksi ini sengaja kami galang dan gelar untuk membuka mata pemerintah bahwa kebijakan yang salah dan diskriminatif justru akan memperburuk keadaan dan membuat rakyat di bumi kaya akan tambang ini semakin miskin dan tidak sejahtera," pungkasnya.
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1073250
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT