Di Sejumlah Daerah, Harga LPG 3 Kg Alami Kenaikan
NEWS Di Sejumlah Daerah, Harga LPG 3 Kg Alami Kenaikan
Foto : tender-indonesia.com___________________________________________________________________________Jakarta, 1 Oktober 2013 - Telah diterbitkan Surat Keputusan Walikota Depok Nur Mahmudi melalui SK No 502/266/Kpts/Disperindag/Huk/2013, sejak pertengahan September kemarin yang menyatakan adanya kenaikan harga gas elpiji 3 kilogram untuk wilayah Depok, Bogor, Bekasi dan Tangerang.

Kenaikan ini rencananya akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini, bahkan Depok sudah mulai memberlakukan kenaikan harga sebesar Rp 2000,- dimana harga semula sekitar Rp 15 ribu pertabung, kini sudah mencapai Rp 17 ribu pertabungnya.

Kenaikan Harga Eceran tertinggi (HET) gas elpiji 3 kilogram ini kabarnya dilakukan untuk penyesuaian harga atas kenaikan harga BBM bersubsidi, juga karena terjadinya inflasi dan pertumbuhan ekonomi diwilayah tersebut.

Dalam surat keputusannya disebutkan bahwa harga gas elpiji 3 kg untuk tingkat agen, termasuk pajak pertambahan nilai dan margin agen Rp13.250/tabung. Di tingkat pangkalan Rp14.500/tabung. Sedangkan biaya tebus di Pertamina masih tetap Rp12.750/tabung.

VP Coorporate Comunication PT Pertamina (Persero), Ali Mundakir menjelaskan jika kenaikan eceran gas elpiji merupakan bukan keinginan Pertamina, karena menjadi kewenangan Pemda setempat, namun penetapan HET juga harus sesuai kriteria dan melihat kondisi terkini dari transportasi dan sebagainya.

"Itu kenaikan bukan LPG nya, karena agen ambil ke Pertamina tetap, tapi terkait biaya transportasi agen/pengecer yang naik akibat kenaikan harga BBM, HET memang kewenangan Pemda setempat tapi harga LPG perkilogram yang dari Pertamina itu tetap,"papar Ali pada wartawan di Jakarta, Selasa (01/10/2013).

Sementara itu, dikutip dari beritaheadline.com, Manager Gas Domestik Pertamina Regiona III, Arie, ketika dikonfirmasi mengatakan jika memang ada kenaikan harga gas elpiji 3 kg. Ini karena adanya dampak atas kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) belum lama ini, dan untuk pelaksanaannya menjadi kewenangan Pemerintah Daerah masing-masing karena penetapannya antara satu daerah dengan daerah lainnya berbeda.

"Naiknya biaya transportasi menjadi pemicu di sejumlah pemda menaikan HET Gas Elpiji 3 kilogram, selain itu naiknya upah dan faktor -faktor pendukung lainnya ikut mempengaruhi,"kata Arie.
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1073263
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT