FITRA : Pertamina Selewengkan Dana Cost Recovery Untuk Bermain Golf
NEWS FITRA : Pertamina Selewengkan Dana Cost Recovery Untuk Bermain Golf
Koordinator Advokasi dan Investigasi Sekretariat Nasional Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (Seknas FITRA), Uchok Sky Khadafi. (foto : seknasfitra.org)___________________________________________________________________________Jakarta, 24 Oktober 2013 - PT Pertamina (Persero) disebut mengalokasikan anggaran Cost Recovery menjadi anggaran untuk bermain Golf. Hal ini diungkap oleh Koordinator Advokasi dan Investigasi Sekretariat Nasional Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (Seknas FITRA) Uchok Sky Khadafi.

Ia menjelaskan jika dilihat pada tahun 2011 ada pembebanan biaya "employee Relation" sebesar USD.2.368.518 ke dalam cost recovery. Pembebanan biaya employee Relation ternyata ada untuk biaya Golf sebesar USD.3.285,50 dalam rangka hubungan dengan pemegang saham (Shareholder).

"Anggaran cost recovery menjadi anggaran bermain golf terjadi di JOB Pertamina Talisman (OK) Ltd, yang merupakan salah satu KKKS dalam bentuk JOB (Joint Operating Body) antara PT. Pertamina (Persero) dengan Talisman Energy yang beroperasi di wilayah kerja Blok Ogan Komering di Kabupaten Ogan Komering, Ulu, ogan Ilir dan muara enim, Sumatera selatan", tegasnya ketika dikonfirmasi borneomagazine.com di Jakarta, Kamis (24/10/13).

Tidak hanya itu, pada tahun 2011 JOB PTOK membagi penghasilan atau bagi hasil antara pemerintah dengan kontraktor. Dimana bagian pemerintah sebesar USD.66.438.604,45, dan bagian kontraktor sebesar USD.29.532.309,75.

"Ternyata pendapatan kontraktor "kebesaran" Atau ada indikasi dimark down sebesar USD.29,207.93 sebelum dikoreksi oleh BPK, dimana bagian kontraktor sebesar USD.29,561,517.68 menjadi USD.29.532.309,75", jelasnya.

Persoalan lain muncul Lanjut Uchok, dimana JOB PTOK belum mengajukan laporan closed Out AFE (authorization For Expenditure) senilai USD.12.967.702 memiliki status projec compele/Driling Complete. Sehingga biaya pekerjaan sebesar USD.12.967.702 yang belum memiliki closed out report belum dapat dinilai kewajarannya lantaran sampai tanggal 21 desember 2012 belum mengajukan laporan closed out AFE atas pekerjaan yang telah selesai tersebut.

"Jelas dari gambaran ini kementerian ESDM, SKK Migas, dan PT. Pertamina diragukan komitmennya yang selalu meneriakkan bahwa hasil migas untuk kepentingaan rakyat. Nyatanya, seknas FITRA lebih melihat bahwa hasil migas diatas banyak dipergunakan untuk foya-foya, bermewah-mewah seperti Anggaran cost recovery menjadi anggaran bermain golf. Kemudian, ada indikasi mark down atas bagi hasil, dan adanya keterlambatan mengajukan laporan closed out AFE atas pekerjaan senilai USD.12.967.702. Sehingga nilai pekerjaan USD.12.967.702 diragukan nominalnya", tandasnya.
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1087882
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT