Global Coal Summit 2014 Ajang Diskusi Produsen Batubara Dunia
NEWS Global Coal Summit 2014 Ajang Diskusi Produsen Batubara Dunia
Ketua Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) sekaligus Ketua Panitia GCS 2014 ___________________________________________________________________________Jakarta, 7 Oktober 2013 - Tidak hanya dunia pertambangan batubara Indonesia yang mengalami gonjang-ganjing, begitu pula dengan pertambangan internasional di tengah harga jual batu bara yang merosot tajam sejak 2012 dan kenaikan biaya produksi secara signifikan. Harga acuan batu bara global Newcastle turun dari US$ 132 per ton pada Januari 2011 menjadi US$ 77 per ton pada Agustus 2013.

Oleh karena itu, dengan adanya Global Coal Summit 2014, Bob Kamandanu yang digagas Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia bersama dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) mampu menjadi ajang diskusi para pemain batubara internasional. Ketua Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) sekaligus Ketua Panitia GCS 2014 mengharapkan GCS bisa merapatkan barisan seluruh produsen batubara dunia.

"Kita harus rapatkan barisan, tidak hanya perusahaan Indonesia tapi juga produsen dunia yang datang di Global Coal Summit. Ada Amerika, Indonesia Cina dan Australia, juga buyer seluruh dunia nanti akan dipertemukan dan akan membahas trend demand dan produksi kira-kira seperti apa, batubara seperti apa yang dipakai. Ini rohnya lebih kepada arah batubara dunia nggak diset untuk buyer and seller", jelas Bob Kamandanu di Jakarta, Rabu (6/11/13).

Bob juga menginginkan dalam event tersebut PLN bisa memaparkan blue print kedepan terkait kebutuhan jumlah batubara untuk sumber energi nasional, "Karena yang buka presiden dan pemimpin batubara dunia akan bicara, maka spiritnya positif mengenai batubara. Sedangkan presiden kita adalah orang yang mencoba green tapi bagaimanapun Indonesia masih memerlukan pembangkit bahan bakunya dari batubara, kita berharap PLN juga memaparkan blue printnya ke depan berapa banyak batubara, di daerah mana dan kualitasnya seperti apa mereka harus ingat bahwa kualitas bagus batubara Indonesia sudah habis", tandasnya.
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1055113
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT