Investasi 221 Juta USD, Smelter PT MBI Mampu Hasilkan 110.000 MT Feronikel
NEWS Investasi 221 Juta USD, Smelter PT MBI Mampu Hasilkan 110.000 MT Feronikel
Foto : artisticplating.net___________________________________________________________________________Jakarta, 4 Oktober 2013 - Wakil Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Susilo Siswoutomo dan Anggota Komisi VII DPR RI, Satya W Yudha, Bupati Tuban, CEO serta Direktur Utama PT Multi Baja Industri (MBI) yang terletak di Desa Purworejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur telah meresmikan pemancangan perdananya. Yang diperkirakan menghasilkan 110.000 MT Feronikel (11 persen Ni) dan 400.000 MT Slag.

Mengingat hilirisasi mineral dengan membangun industri pemurnian dan pengolahan adalah amanah UU Minerba Nomor 4 tahun 2009, Susilo-pun memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah membantu terealisasinya pembangunan smelter PT MBI, terutama kepada pemerintah daerah yang merupakan fondasi diimplementasikannya kebijakan ini.

"Saya ucapkan selamat kepada PT MBI yang pagi ini berencana melakukan pemancangan, ground breaking untuk membangun feronikel smelter. Peran sentral dipegang oleh pemerintah daerah karena pemerintah pusat hanya mendorong, sedangkan pemerintah daerah yang melaksanakan", kata Susilo dalam pidatonya pada Senin (4/11/13) di Jawa Timur.

Kehadiran smelter yang baru commisioning tahun 2016 dengan jumlah bijih nikel yang dibutuhkan sekitar 1.200.000 WMT untuk tahap I yang diperoleh dari IUP OP di wilayah Halmahera Selatan dan Sulawesi, diharapkan mampu memberikan multiplier effect baik untuk daerah khususnya Jawa Timur dan nasional pada umumnya. Dimana bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tuban dan Provinsi Jawa Timur, penciptaan lapangan kerja baru (direct employment).

Selain itu, industri smelter PT MBI ini dinilai akan meningkatkan nilai tambah untuk nikel juga meningkatkan GDP (Gross Domestic Product) dan sumber pendapatan dari berbagai jenis pajak, retribusi dan royalti.

Untuk diketahui, Proyek Pemurnian Ferronikel, Tuban dikembangkan oleh PT MBI yang merupakan bagian dari group perusahaan pertambangan nikel terintegrasi (Group Multi Alam Selaras) yang merupakan perusahaan konsorsium antara Hartono Harmanito dan Suherman dengan komposisi saham 85 persen dan Tsinghan Holding Group China memiliki saham 15 persen. Investasi yang digelontorkan PT MBI dalam membangun pabrik pemurnian ferronikel sebesar 221 juta dollar AS dengan biaya modal (capital expenditure) sebesar 190 juta dollar AS. Hasil dari pemurnian ferronikel dari smelter yang direncanakan commisioning pada tahun 2016 akan di ekspor ke China (Tsinghan Holding Group China).
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1073304
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT