KESDM Beri Waktu Pada KKKS Dalam Peralihan Perpanjangan Kontrak Migas
NEWS KESDM Beri Waktu Pada KKKS Dalam Peralihan Perpanjangan Kontrak Migas
Pemerintah bisa menyiapkan secara matang keputusan yang akan dipilih nantinya. Ada pun jika keputusan bisa dioptimalkan dalam jangka waktu satu bulan, maka penugasan kepada KKKS segera dihentikan. (Foto: merdeka.com)___________________________________________________________________________Jakarta, 26 November 2013 - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberi tambahan jangka waktu antara tiga sampai enam bulan bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang terlibat peralihan interest mengenai keputusan perpanjangan kontrak pada suatu blok minyak dan gas bumi (migas).

Menurut Wakil Mentri ESDM Susilo Siswoutomo, pemerintah bisa menyiapkan secara matang keputusan yang akan dipilih nantinya. Ada pun jika keputusan bisa dioptimalkan dalam jangka waktu satu bulan, maka penugasan kepada KKKS segera dihentikan.

"Produksi migas suatu blok yang bakal berakhir tidak boleh berhenti makanya katakanlah ada tambahan tiga sampai enam bulan. Itu diberikan pada operator yang memegang blok itu. Misal diselesaikan tiga bulan, kemudian satu bulan pemerintah udah memutuskan. Ya otomatis penugasan berhenti kemudian akan dilakukan oleh pemerintah," kata Susilo di Jakarta..

Untuk diketahui adapun blok yang segera berakhir masa kontraknya adalah Blok Siak di Riau. Blok itu dioperatori oleh PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) dan berakhir per 27 November 2013.

Sebelumnya, Dirjen Migas, Kementerian ESDM, Edy Hermantro segera menyiapkan alternatif guna mempertahankan produksi minyak Blok Siak pasca berakhirnya kontrak per 27 November 2013 oleh CPI.

Kini produksi minyak pada blok yang berada di Riau itu mencapai 1.800 barel per hari (bph).

"Kami sedang lakukan pembahasan mengenai perpanjangan. Tapi intinya, produksi minyak di Blok Siak itu sekitar 1.800-an bph. Nah, bagaimana agar produksi ini tidak terganggu. Ini baru dicari beberapa alternatif," ujar Edy.

Edy mengharapkan, selama pembahasan mengenai sikap perpanjangan kontrak, produksi minyak pada blok itu harus tetap stabil. Menurut dia produksi minyak yang ada saat ini perlu di-maintain agar tidak berpengaruh terhadap lifting minyak.
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1073028
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT