KESDM Dongkrak Produksi CPO Domestik Hingga 5,6 Juta KL/tahun
NEWS KESDM Dongkrak Produksi CPO Domestik Hingga 5,6 Juta KL/tahun
Foto: Ilustrasi___________________________________________________________________________Jakarta, 12 September 2013 – Kementrian ESDM berkomitmen untuk mendongkrak produksi Crude Palm Oil (CPO) agar bisa memenuhi kebutuhan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis biodiesel dengan kebutuhan 5,6 juta kiloliter (KL) pertahun.

Wakil Mentri ESDM Susilo Siswoutomo menjelaskan, hal tersebut sesuai mandatori dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk Kementerian ESDM dalam mengatur campuran solar dengan minyak nabati minimal 10%. Dimana saat ini produksi CPO untuk domestik masih berkisar 2, 2 juta kiloliter.

Susuilo menambahkan, solar nabati tersebut akan digunakan untuk transportasi yang menggunakan bahan bakar biodiesel bersubsidi dan non subsidi, termasuk untuk kendaraan bermotor, industri hilir dan hulu, serta pembangkit listrik PLN. Sebagai bahan pengolahan campuran antara solar dengan minyak nabati, yaitu dari campuran minyak goreng tak terpakai dan CPO, ada mandatory sendiri kepada PT Pertamina (Persero) .

"Semua produksi biodiesel yang kapasitasnya 5,6 juta KL pertahun terpasang bisa dimanfaatkan semuanya, meskipun produksinya baru 2,2 juta KL. Itupun bisa digeber tahun depan yah, belanjanya sudah siap dan juga suplai CPO nya dan memasok minyak sawit untuk membuat kelapa sawit juga sdh bersedia, dan mereka jg akan bikin kontrak jangka panjang", jelas Susilo di Jakarta, Kamis (12/9/13).

Ia juga menuturkan jika Pertamina melakukan campuran pada di titik-titik kilang Pertamina dan segera didistribusikan ke seluruh depo milik Pertamina. Namun khusus untuk daerah Indonesia Timur seperti Sulawesi, Papua dan sekitarnya dipastikan akan terlambat, karena infrastruktur yang belum memadai. Namun persentasenya hanya sekitar 25% sementara sisanya sebesar 75% di wilayah Kalimantan, pulau Jawa, Jabodetabek, Bali dan Sumatra bisa didistribusikan dengan baik.

Sementara Khusus untuk industri pembangkit listrik milik swasta dan PT PLN, dipastikan mampu mencampur biodiesel dan melebihi 10%, bahkan campuran antara minyak jarak dan minyak nabati serta CPO bisa mencapai 40% sehingga dapat menekan biaya operasional. Dan mengurangi impor BBM yang menjadi pengganggu current defisit perdagangan untuk skala luas.
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1073720
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT