KESDM Siap Antisipasi Dampak Penurunan Ekspor Ore Mineral
NEWS KESDM Siap Antisipasi Dampak Penurunan Ekspor Ore Mineral
___________________________________________________________________________Jakarta, 6 Desember 2013 - Pasca dibatalkannya rencana relaksasi ekspor ore mineral sejak tahun depan yang direncanakan oleh Pemerintah, karena dianggap melenceng dengan UU Nomor 4 tahun 2009. Dipastikan pada 2014, pemasukan negara dari ekspor bijih mineral mentah akan terhenti dan diperkirakan penurunan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) turut mengalami penurunan sekitar Rp10 triliun. Hal ini dikatakan Wakil Menteri ESDM, Susilo Siswoutomo.

Ia mengakui pada tahun depan pemasukan negara akan menurun, dan itu telah diantisipasi agar tidak berdampak luas pada pemerintah. Susilo juga memaparkan setiap tahunnya, volume ekspor bijih nikel mencapai 60 juta ton, ekspor bijih bauksit 30 juta ton per tahun, bijih tembaga 30 juta ton per tahun dan lainnya, semua pada 2014 akan ekspor nol persen.

"Pasti ada dampak, penerimaan akan turun, produksi juga pasti turun. Tenaga kerja juga harus dipikirkan bersama-sama. Diharapkan industri sadar," ujar Susilo di Jakarta, Jumat (6/12/13).

Untuk memantau agar tidak ada ekspor ilegal, pihaknya menyatakan akan bekerjasama dengan Menteri Perdagangan, serta bea cukai yang akan mengatur barang keluar. Dengan adanya penghentian ekspor ore tersebut, pemerintah memprediksi harga mineral akan naik. Demi mengantisipasi kenaikan mineral, kini China telah menyimpan cadangan ore untuk tujuh bulan kedepan.

"Pelabuhan tikus akan terus dipantau. Yang jelas surat izin ekspor tidak akan dikeluarkan. Kalau ada yang nakal akan diberi sanksi," ujarnya. Berdasarkan data Worl Bank ekspor ore tahun ini US$5 miliar, 2014 ekspor akan jadi nol," tandasnya.
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1074526
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT