KUNJUNGAN KERJA DAN SOSIALISASI SKK MIGAS – TOTAL E&P INDONESIA MENTAWAI B.V. KE GUBERNUR BENGKULU
NEWS KUNJUNGAN KERJA DAN SOSIALISASI SKK MIGAS – TOTAL E&P INDONESIA MENTAWAI B.V. KE GUBERNUR BENGKULU
___________________________________________________________________________BENGKULU, 4 November 2013 – SKK Migas - Total E&P Indonesia Mentawai B.V. melakukan kunjungan kerja dan sosialisasi kepada Gubernur Bengkulu terkait rencana kegiatan pemboran sumur eksplorasi Rendang –1X di Blok Bengkulu-1 Mentawai di laut lepas Provinsi Bengkulu.

Kunjungan kerja ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan kehormatan yang telah dilakukan pada tanggal 28 Januari 2013, sekaligus perkenalan Pejabat baru Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel dari Setia Budi (Pejabat Lama) kepada Tirat Sambu Ichtijar (Pejabat Baru) yang didampingi oleh Avep Disasmita, GM Total E&P Indonesia Mentawai B.V.

Kunjungan kepada Polda Bengkulu telah dilakukan pada 24 Oktober 2013 yang merupakan rangkaian kunjungan kerja tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya. SKK Migas - KKKS dan Kepolisian, bersama-sama menjaga keamanan kegiatan usaha hulu Migas dalam rangka usaha pencarian sumber daya Minyak dan Gas Bumi di Provinsi Bengkulu guna pencapaian target produksi nasional (Inpres No. 2 Tahun 2012 tentang Peningkatan Produksi Minyak Bumi Nasional).

Kegiatan Usaha Hulu Migas merupakan Obyek Vital Nasional yang harus diamankan (Kepres No. 63 Tahun 2004 tentang Pengamanan Obyek Vital Nasional).

Total E&P Indonesia Mentawai B.V., setelah penandatangan kontrak kerja sama atas blok Bengkulu I – Mentawai dengan Pemerintah Indonesia, yang diwakili oleh SKK Migas pada 9 Oktober 2012, telah melakukan berbagai persiapan sebelum melaksanakan kegiatan pemboran pada 2014.

Beberapa pekerjaan-pekerjaan penting dalam rangka persiapan pemboran dilakukan oleh TOTAL. Hal itu dilaksanakan bertujuan memetakan kondisi awal dari daerah yang akan dieksplorasi maupun daerah sekitarnya yang mungkin dapat terpengaruh. Semua kegiatan ini juga untuk menyusun rencana operasi yang matang untuk mencegah terjadi kecelakaan dan mitigasi dampak kegiatan pemboran nantinya.
Bekerjasama dengan Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Provinsi Bengkulu, Universitas Negeri Bengkulu, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Institute Pertanian Bogor dan menggunakan Kapal Baruna Jaya VII milik LIPI, SKK Migas-Total telah melakukan studi rona awal lingkungan, studi upaya kelola lingkungan (UKL) dan upaya pemantauan lingkungan (UPL).

Berkat dukungan Pemerintah Daerah Propinsi Bengkulu dan para pemangku kepentingan, Total telah memperoleh izin lingkungan dari Kementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia (SK No. 357/2013) pada 7 Oktober 2013.
Guna mengevakuasi resiko adanya potensi bahaya dari geologi dangkal, SKK Migas-Total E&P Indonesia Mentawai B.V sedang melakukan survei geo-hazard dimulai sejak 27 Oktober 2013 yang akan memakan waktu 3 minggu.

Sebagain besar perbekalan survei ini di ambil dari Bengkulu melalui pelabuhan pulau Baai.
Kegiatan pemboran yang akan dilakukan SKK Migas-Total E&P Indonesia Mentawai B.V ini adalah merupakan peristiwa bersejarah, belum pernah ada kegiatan pencarian hidrokarbon di lepas pantai Bengkulu maupun pada wilayah cekungan serupa. Dalam dunia eksplorasi, jika pemboran ini berhasil adalah merupakan terobosan penting bagi dunia perminyakan dan gas bumi.

Lokasi blok Total E&P Indonesia Mentawai B.V berada pada Cekungan Bengkulu (Bengkulu basin) dengan luas 8.034 km2 dan kedalaman laut berkisar 1.000 meter.

SKK Migas-Total E&P Indonesia Mentawai B.V berharap semua kegiatan persiapan ini bisa berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dan mendapatkan hasil yang maksimal dengan dukungan dari semua pihak terkait dan seluruh lapisan masyarakat di Bengkulu.
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1037007
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT