Ketiga Tersangka Ditahan KPK, Simon Mengaku Tidak Kenal Rudi Rubiandini
NEWS Ketiga Tersangka Ditahan KPK, Simon Mengaku Tidak Kenal Rudi Rubiandini
___________________________________________________________________________Jakarta, 15 Agustus 2013 - Pasca kemarin ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Rudi Rubiandini langsung ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) KPK yang berada di gedung KPK, Jakarta, Rabu (14/8/2013) malam. Mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Alam (ESDM) ini sempat memberikan sedikit statement ketika usai diperiksa, kepada wartawan yang sudah sejak lama menunggu proses pemeriksaan terhadap dirinya berlangsung. Berbeda dengan Rudi, kedua tersangka lain Simon dan Ardy enggan berkomentar ketika dibrondong pertanyaan oleh wartawan.

"Saya tidak korupsi, tapi saya kelihatannya masuk dalam gratifikasi. Ada teman membawa uang," kata Rudi kepada wartawan dengan memakai rompi tahanan KPK berwarna orange.

Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, penahanan terhadap Rudi untuk 20 hari ke depan, guna proses penyidikan berlangsung. untuk dua tersangka lainnya, yakni S dan A juga ikut ditahan di Rutan KPK. Sementara, dua orang tersangka lainnya, yakni Simon, pemilik Kernel Oil dan Ardy, seorang instruktur golf, juga dijebloskan dalam Rutan KPK. Keduanya bungkam saat keluar kantor KPK, sekitar pukul 20.40 WIB.

"Untuk kepentingan ditahan, S di rutan KPK cabang Guntur dan A ditahan di Rutan KPK yang berada di gwdung KPK. Mereka ditahan juga untuk kepentingan penyidikan," ungkap Johan

Ada yang menarik dari pengakuan tersangka kasus suap Simon Gunawan Tanjaya, ia melalui kuasa hukumnya mengaku tidak mengetahui asal usul Motor Gede (moge) merek BMW dengan nopol B 3946 FT yang disita Komisi Pemberantasan Korupsi terkait dugaan suap terhadap mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini.

"Tentang moge Pak Simon mengatakan tidak tahu tentang motor tersebut, bahkan baru tadi dia (Simon) dengar dari saya," kata pengacara Simon, Juniver Girsang kepada wartawan di gedung KPK, Jakarta, Rabu (14/8/2013) malam.

Sementara mengenai uang yang disita oleh KPK itu, Juniver berjanji akan menjelaskan soal itu kepada media jika kliennya sudah lebih sehat. Sebab menurutnya, saat ini kliennya sedang kurang sehat sehingga dirinya mengaku tidak bisa mengorek lebih dalam lagi.

"Beliau belum menyatakan soal itu, karena besok dia akan diperiksa kembali. Nanti akan saya jelaskan," janjinya.

Bukan hanya mengklaim tidak mengetahui perihal moge tersebut, bahkan menurut Juniver kliennya ini tidak mengenal mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini. Sebab urusan kliennya tersebut tidak ada hubungannya dengan SKK Migas, yang ada hanyalah urusan dengan Dirjen Migas. Namun, Simon yang dikatakan Juniver kini di PT Kernel Oil Private Limited menduduki jabatan sebagai salah satu pelaksana tugas untuk Indonesia, tidak menampik dirinya kenal dekat dengan Ardy selaku perantara uang suap tersebut.

"Pak Simon sama sekali mengatakan tidak pernah mengenal dengan Pak, tidak pernah ketemu, tidak penah komunikasi. SKK Migas itu tidak ada hubungan pekerjaan dengan perushaan Pak Simon, karena urusan Pak Simon adalah solar, jadi solar itu kaitannya ke Dirjen Migas, bukan SKK Migas. Pak Simon belum bicara mengenai yang namanya Ardi, Pak Simon hanya mengatakan bahwa tidak ada hubungan perusahaan Pak Simon dengan SKK Migas,"ungkapnya.

Untuk kembali mengingat, Simon dan rekannya Ardy Deviardi serta Rudi Rubiandini sama-sama telah diberikan status tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Untuk Rudi dan Ardy mereka diduga melanggar Pasal 12 a dan b atau Pasal 15 ayat 1 atau Pasal 13 UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sedangkan Simon sebagai pemberi suap diduga melanggar Pasal 5 ayat 1 atau Pasal 13 UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sebelumnya dalam operasi tangkap tangan pada Selasa malam (13/8/2013), selain menyeita moge BMW KPK juga menyita uang 400 ribu dolar AS. Dalam penggeledahan lanjutan di kediaman Rudi, KPK menemukan uang 90 ribu dolar AS, dan 127 ribu dolar Singapura, 200 ribu dolar AS di rumah tersangka Ardy Deviardi.
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1053150
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT