Lifting Terus Menurun, DPR Minta Pemerintah Terbuka Dengan Cadangan Minyak Nasional
NEWS Lifting Terus Menurun, DPR Minta Pemerintah Terbuka Dengan Cadangan Minyak Nasional
Berdasarkan situs resmi KESDM, pemerintah memperkirakan lifting minyak bumi akan kembali mencapai 1 juta barel per hari ditahun 2014. (Foto: merdeka.com)___________________________________________________________________________Jakarta, 8 November 2013 - DPR RI mendesak pemerintah lebih terbuka kepada masyarakat mengenai cadangan minyak nasional dalam negri, dimana dalam menentukan lifting minyak harus didasari dengan data cadangan yang ada, bukan berdasarkan estimasi saja. Hal ini ditegaskan anggota Komisi VII DPR RI Satya W Yudha, melihat tren target lifting minyak nasional yang terus menurun setiap tahunnya.

Ia mengungkapkan, dalam menentukan lifting harusnya dilihat dari kemampuan cadangan. Selain itu, pemerintah juga harus terbuka besaran cadangan yang dimilikinya saat ini, sehingga masyarakat dapat mengetahui apa yang terjadi dengan produksi minyak nasional.

"Perlu ada keterbukaan terhadap cadangan minyak yang ada, sehingga masyarakat tahu bahwa tidak tercapainya target atau tercapainya target itu adalah wujud dari kerja keras KKKS," kata Satya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (8/11/13).

Untuk mengantisipasi tidak tercapainya target lifting minyak nasional, Satya menyarankan agar pemerintah memberikan kemudahan perizinan eksplorasi, selain itu project-project yang ada diusahakan agar tepat waktu, sehingga tidak mengganggu target lifting. Dalam hal ini pemerintah disarankan untuk meningkatkan reserve production ratio, yang sebelumnya hanya 50 persen menjadi 100 persen.

Dengan adanya peningkatan reserve production ratio maka, cadangan yang telah diproduksi bisa tergantikan dengan cadangan baru. "Sekarang kan reserve production ratio kita masih 50 persen, berarti yang diproduksi tidak tergantikan, yang terganti hanya 50 persen, jadi umur cadangan minyak kita bisa lebih pendek," tandasnya.

Berdasarkan situs resmi KESDM, pemerintah memperkirakan lifting minyak bumi akan kembali mencapai 1 juta barel per hari ditahun 2014, tambahan produksi dimungkinkan pada Lapangan Banyu Urip yang berproduksi maksimal. Produksi minyak dari Lapangan Banyu Urip pada tahun 2014, diperkirakan dapat mencapai 165.000 barel per hari.

“Mulai tahun 2014, produksi minyak akan meningkat karena adanya peningkatan produksi dari Lapangan Banyu Urip. Bahkan di tahun 2014-2015, produksi minyak diperkirakan dapat mencapai 1 juta barel per hari. Pencapaian lifting tersebut, dengan catatan situasi politik Indonesia berjalan dengan baik. Sebaliknya jika situasi politik tidak kondusif, produksi Banyu Urip bisa mundur,” ungkap Menteri ESDM Jero Wacik dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR mengenai Asumsi Dasar RAPBN 2013, Senin (11/6/13).

Ada pula proyek andalan hulu migas adalah Lapangan Banyu Urip-(90.000-165.000 MBOPD), Ande-ande Lumut (4300 BOPD), Madura BD (25-100 MMSCFD dan 750 BOPD) dan Kepodang (116 MMSCFD).

"Kalau ini (Banyu Urip) masuk, di era saya menjadi Menteri ESDM dan keanggotaan Komisi VII periode saat ini, kembali kita menyongsong 1 juta barel. Makanya kita kawal ini. Obesesi lifting minyak mencapai 1 juta barel merupakan obesesi saya, makanya saya hitung semua, saya ikut terlibat detail untuk menjadikan lifting migas 1 juta barel per hari. makanya Exxon itu saya kontrol day by day. Ini juga pertaruhan saya, apakah saya berhasil apa tidak mencapai lifting minyak 1 juta barel per hari disisa 2.5 tahun jabatan saya," tutur Wacik.

Dalam raker tersebut, Menteri juga memaparkan sejumlah proyek yang menjadi andalan hulu migas mulai 2013-2018. Untuk tahun 2013, lapangan yang diandalkan adalah Sumpal (40 MMSCFD), Tubi (50 MMSCFD) dan South Mahakam (202 MMSCFD). Sementara untuk tahun 2015, lapangan andalan adalah Senoro (280 MMSCFD dan 9000 BOPD), IDD-Bangka (50 MMSCFD), Jangkrik (290 MMSCFD dan 400 BOPD) dan Peciko 7C (20 MMSCFD dan 280 BOPD). Tahun 2016, Lapangan IDD Gendalo Hub (560 MMSCFD). Selanjutnya, tahun 2017, Lapangan IDD Gehem Hub (330 MMSCFD) dan Lapangan Masela (355 MMSCFD dan 2200 BOPD).
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1073338
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT