Pertemuan the 2nd Board of Judges (BOJ) for Coal Competition of the ASEAN Energy Awards and the 11th ASEAN Forum on Coal (AFOC) Council
NEWS Pertemuan the 2nd Board of Judges (BOJ) for Coal Competition of the ASEAN Energy Awards and the 11th ASEAN Forum on Coal (AFOC) Council
___________________________________________________________________________Jakarta,5 Juli 2013 - Pada tangal 5 – 7 Juni 2013 telah dilaksanakan the 2nd Board of Judges (BOJ) for Coal Competition of the ASEAN Energy Awards and the 11th ASEAN Forum on Coal (AFOC) Council di Cebu, Filipina.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh 101 peserta dari 6 negara ASEAN, Wakil dari ASEAN Center for Energy (ACE) dan Japan Coal Energy Center (J-Coal). Dalam pertemuan ini terdapat 4 Negara anggota yang tidak dapat hadir yaitu Brunei Darussalam, Kamboja, Laos dan Singapura.

Pada kesempatan ini Ir. Lydia Hardiani, M. Si, Kepala sub Direktorat Investasi dan Kerjasama Mineral dan Batubara, Ditjen Mineral dan Batubara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) RI ditunjuk sebagai Ketua Delegasi Negara Indonesia dan didampingi oleh pejabat dari Biro Perencanaan dan Kerjasama KESDM; Pusat Diklat Mineral dan Batubara, KESDM; Pusat Litbang Teknologi Mineral dan Batubara, KESDM; Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral, KESDM; Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara, KESDM dan Direktorat Kerjasama Ekonomi ASEAN, Kementerian Luar Negeri. Pertemuan the 11th ASEAN Forum on Coal (AFOC) Council diketuai oleh Mr. Ramon Allan V. Oca, Undersecretary, Department of Energy, Filipina dengan vice-chair oleh Dr. Phumee Srisuwon, Head of Mineral Fuel Group, Thailand.

The 2nd Board of Judges (BOJ) Meeting
Dalam pertemuan the 2nd Board of Judges (BOJ) for Coal Competition of the ASEAN Energy Awards, 5 Juni 2013 membahas dan menyepakati mengenai Objectives, Qualification of Applicant, Competition Categories and Definition, Application per Country and Winner per Category, Criteria and Allocation of Scores, Guide for Documentation, Corpoate Social Responsibility, Special Sumission, Rules and Requirements of Submission, Announcement of Winner, Prizes, Awarding Ceremonies and Publication & Promotion, Final Work Program and Schedule sebagai Guidelines dari rencana pemberian ASEAN Coal Awards. Adapun tujuan dari pemberian award adalah untuk mempromosikan peran perusahaan dalam pengelolaan batubara, terutama dalam pengembangan Clean Coal Technologies, sebagai bagian dari program ASEAN Plan of Action on Energy Cooperation (APAEC).

Forum memutuskan bahwa Guidelines ASEAN Coal Awards akan ditetapkan pada Senior Official Meeting on Energy pada 24 Juni 2013 di Indonesia. Forum juga memutuskan akan dilakukan rapat 3th BOJ Meeting pada tanggal 15-16 Agustus 2013 di Manila untuk melakukan penilaian terhadap nominasi perusahaan.

Adapun pegumumuman pemenang akan dilakukan dalam acara welcome dinner ASEAN Ministers on Energy Meeting (AMEM) di Indonesia pada 25 September 2013. ACE akan mengirim surat kepadaSenior Official on Energy (SOE) Leaders masing-masing negara ASEAN pada tanggal 13 Juni 2013 untuk meminta konfirmasi mengenai calon anggota dari BOJ dan alternate BOJ. Indonesia telah menetapkan Prof. Dr. Bukin Daulay sebagai calon anggota BOJ dari Indonesia. Usulan alternate BOJ akan diusulkan kemudian.

The 11th ASEAN Forum on Coal (AFOC)
Pertemuan The 11th ASEAN Forum on Coal (AFOC) dilaksanakan pada tanggal 6-7 Juni 2013. Pada pertemuan tersebut setiap negara ASEAN melaporkan mengenai kegiatan dan program yang telah dan akan dilaksanakan pada tahun 2012 – 2015 sebagai bagian dari APAEC dan tindak lanjut dari pertemuan the 10th AFOC tahun lalu, yaitu: Indonesia telah melaksanakan beberapa Workshop dan program, yaitu: Workshop on Clean Coal Technology (CCT), Cirebon, tanggal 2-5 Oktober 2012 sebagai tindak lanjut Capacity Building Activities and Best Practices on CCT; Workshop AFOC onHarmonization of Emmision Standars and Minimum Efficiency Requirments for Coal-Fired Power Plant (CFPP), Bali, 10-11 Oktober 2012; Workshop on Low Quality Coal Enhancement, Coal Upgrading and Coal Gasification for AFOC Member Countries, Medan, 2-5 Mei 2013sebagai tindak lanjut Low Rank Coal Gasification Using Fixed-bed Gasifier (LRCG), Low Rank Coal Upgrading (LRCU) and Enhance Low Quality Coal to High Quality; ASEAN Workshop on Carbon Capture and Storage (CCS), Bandung, 20-21 Mei 2013; Workshop on ASEAN Coal Database and Information System (ACDIS), Jakarta, 9-12 Juli 2012 dan Bandung, 21-24 Mei 2013; Malaysia melaporkan mengenai penyelenggaraan Workshop on ASEAN Agreement on Coal Use and Trading (ACUT), Kuala Lumpur, Oktober 2012; Myanmar melaporkan mengenai perkembangan Encourage Private Sector Investment and Participation; Filipina melaporkan mengenai perkembangan Harmonization of Instruments to enhance Coal Supply and Faclitate Delivery Arrangement; Thailand melaporkan mengenai rencana pelaksanaan ASEAN Forum on CCT, Chiang Mai, 11-13 November 2013 sebagai bagian dari Promote Coal and Image in the Light of Global Environment Concern (PCI) and Clean Coal Iniative for ASEAN (CCIA). Setiap negara juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan country profile terkait perkembangan dari komoditi batubara, kebijakan dan peraturan pemerintah, strategi pengembangan batubara,konsumsi, proyeksi produksi dan R & D.

Draft ASEAN Agreement on Coal Use and Trading (ACUT)
Malaysia menyampaikan mengenai laporan pelaksanaan workshop ASEAN Agreement on Coal Use and Trading yang dilaksanakan di Kuala Lumpur, Malaysia pada 22 Oktober 2012. Workshop dimaksudkan untuk mendapat masukan dari negara ASEAN pada konsep yang diusulkan pertama kali pada pertemuan the 9th AFOC Meeting di Myanmar. Malaysia berpandangan bahwa ACUT merupakan salah satu kerjasama penting dalam rangka ketahanan energi di kawasan khusus di bidang batubara, mengambil contoh dari
kerjasama ASEAN Petroloeum

Security Agreement (APSA) yang telah diratifikasi oleh semua negara ASEAN. Beberapa point yang terdapat dalam ACUT, yaitu:
1. Mencegah situasi darurat terhadap ketersediaan batubara di ASEAN;
2. Menyediakan tambahan suplai batubara kepada negara yang mengalami bencana;
3. Penetapan harga batubara dengan merujuk pada Indeks harga batubara ASEAN yang akan disusun;
4. Menyediakan tonase batubara jika tidak memungkinkan, negara produsen batubara menyediakan batubara kepada negara yang sedang mengalami bencana dengan jumlah 10% dari kebutuhan normal domestik.

Malaysia akan melakukan revisi draft ACUT sesuai dengan masukan negara-negara ASEAN dan akan disirkulasikan kepada negara ASEAN untuk dimintakan komentarnya sebelum acara 31st SOME dilaksanakan. Draft ACUT hasil masukan negara-negara ASEAN akan dilakukan endorsement pada saat pelaksanaan 31st SOME tahun 2013. Pada AFOC meeting, Indonesia menyampaikan belum dapat menyampaikan tanggapan karena belum menerima draft yang telah direvisi. Malaysia menyampaikan bahwa draft revisi akan disampaikanmelalui ACE pada Minggu kedua Juni 2013.
Pelaksanaan Workshop kedua Workshop AFOC onHarmonization of Emmision Standars and Minimum Efficiency Requirments for Coal-Fired Power Plant (CFPP)
Pada Work Plan 2013-2014, ACE mengharapkan agar Indonesia dapat menyampaikan mengenai proposal dan tentative program pelaksanaan kedua kalinya Workshop AFOC onHarmonization of Emmision Standars and Minimum Efficiency Requirments for Coal-Fired Power Plant (CFPP)pada awal November 2013. Menanggapi permintaan ACE tersebut, Indonesia menyampaikan bahwa saat in Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara, Badan Litbang Energi dan Sumber Daya Mineral tidak menganggarkan biaya untuk rencana pelaksanaan workshop kedua dimaksud. Namun hal ini akan didiskusikan lebih lanjut kepada Ditjen Ketenagalistrikan yang berkaitan dengan subject pada workshop yang dimaksud, untuk kemungkinan dibiayainya penyelenggaraan tersebut oleh anggaran Ditjen Ketenagalistrikan, sebagaimana yang telah dilakukan dalam workshop pertama.

ASEAN Coal Database and Information System (ACDIS)
Pada pertemuan The 10th ASEAN Forum on Coal (AFOC)tahun lalu telah disampaikan mengenai rencana pembuatan ASEAN Coal Database and Information System (ACDIS) dan telah dilakukan diseminasi cara pengisian data pada saat Workshop on Coal Data Base yang dilakukan pada Juli 2012 di Jakarta. ACDIS merupakan web data yang menyediakan informasi mengenai data batubara di kawasan ASEAN. Hingga saat ini, baru Indonesia yang telah melakukan input data mengenai informasi batubara di Indonesia. Indonesia pada The 11thAFOC mengharapkan agar negara-negara ASEAN dapat melakukan input data, dan karena sistem dgn teknologi yang sedikit rumit, Indonesia menyatakan kesiapannya jika diperlukan suatu kegiatan capacity building untuk pengisian data base tersebut. ASEAN Workshop on Carbon Capture and Storage (CCS) Pada Workshop yang dilakukan di Bandung pada 21-23 Mei 2013, pembahasan Carbon Capture and Storagemasih fokus pada Minyak dan Gas. Indonesia mengharapkan pada workshop berikutnya dapat difokuskan untuk Batubara, dengan anggapan AFOC merupakan pembahasan khusus mengenai batubara. Dalam hal ini, Indonesia telah meminta negara ASEAN yang mempunyai pengalaman dalam CCS bidang batubara dapat melaksanakan workshop berikutnya, namun pada saat The 11th AFOC, tidak ditemukan negara yang mempunyai pengalaman CCS di bidang batubara. Jepang meskipun mempunyai pengalaman dalam hal ini, namun karena hanya sebagai observer, Jepang menyampaikan bahwa sebaiknya program dilaksanakan oleh negara ASEAN. Untuk langkah lebih lanjut, Indonesia akan membahas hal ini secara internal.

headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1073335
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT