Marwan : LCGC Sebabkan Kenaikan Konsumsi BBM Subsidi
NEWS Marwan : LCGC Sebabkan Kenaikan Konsumsi BBM Subsidi
Dengan adanya LGCC konsumsi BBM subsisdi menurut Marwan Batubara akan melonjak menjadi sekitar 50 juta KL pertahun, dengan skala kenaikan 20 - 30% persen pertahun. (foto: solopos.com)
___________________________________________________________________________Jakarta, 17 September 2013 - Direktur Eksekutif IRESS Marwan Batubara menentang adanya program mobil murah (low cost and green car/LCGC) yang dinilainya justru akan membuat lonjakan pada konsumsi BBM Bersubsidi juga menekan pengembangan mobil nasional.

Marwan menjelaskan dengan meningkatnya penggunaan mobil, maka konsumsi BBM bersubsidi juga akan turut naik Yang awalnya masih dengan angka konsumsi 48 juta kiloliter (KL) pertahun, maka menurutnya dengan adanya LGCC akan melonjak menjadi sekitar 50 juta KL pertahun, dengan skala kenaikan 20 - 30% persen pertahun.

Sementara kebijakan untuk mobil murah, yang wajib menggunakan BBM non subsidi dinilainya akan sulit terealisasi. Karena jenis kendaraan mobil murah memiliki standar mesin 1000 CC kebawah, atau kendaraan yang masuk dalam kategori pengguna BBM bersubsidi, kecuali Permen ESDM soal pembatasan dan monitoring bahan bakar subsidi direvisi.

"Pertumbuhan rata-rata BBM setiap tahun itu meningkat 8%, lalu kendaraan antara 1,1 juta pertahun. Kalau ada mobil murah bisa naik 1,2 juta unit hingga lebih yang jelas bertambah, lalu dimana pemerintah? Katakan ada penurunan konsumsi dengan adanya LCGC, kalau perlu dibatalkan saja karena itu kepentingan perusahaan saja, coba liat perusahaan luar seprti Toyota, Daihatsu, Suzuki, Honda dan Tata. Dan mana Mobnasnya?", kata Marwan ketika dihubungi, Selasa (17/9/13) di Jakarta.

Ia menegaskan, agar pemerintah seharusnya mendorong penggunaan kendaraan umum seperti busway, angkutan umum, kereta api juga transportasi umum lainnya. Dan jika pemerintah tetap ingin mendorong pertumbuhan industri otomotif nasional, maka dapat mendorong penggunaan mobil nasional yang pernah digagas oleh sejumlah daerah dan kementerian BUMN. Sehingga Pemerintah bisa memaksimalkan penggunaan komponen mobil nasional dari 60-80%, menjadi 100% penggunaan komponen lokal.Dengan adanya program mobil murah (low cost and green car/LCGC) yang dijalankan oleh pemerintah saat ini disambut positif oleh PT Pertamina (Persero). Namun, diharapkan LCGC harus mengkonsumsi bahan bakar minyak (BBM) non subsidi.

Sebelumnya, VP Coorporate Communication Ali Mundakir di acara media workshop di kantor Pertamina, Jakarta, Jumat (13/9/13) lalu menyatakan jika LCGC menggunakan BBM nonsubsidi, dan dipastikan dapat membantu dalam menekan konsumsi BBM bersubsidi.

“LCGC tidak diperkenankan menggunakan BBM bersubsidi,” tegasnya.

headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1073242
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT