Meneg BUMN Buka Pabrik Bioetanol
NEWS Meneg BUMN Buka Pabrik Bioetanol
Meski masih dalam skala kecil, pabrik pengolahan ini sudah bisa menyokong Pertamina agar tidak mengeluh kekurangan Bioethanol untuk di-mixed dengan BBM menghasilkan BBM yang ramah lingkungan dan bisa masuk ke dalam kategori EURO 2. Sebuah lompatan menuju energi bersih dan kemandirian energi. (Foto: Antara)___________________________________________________________________________Jakarta, 21 Agustus 2013 - Pabrik bioethanol milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X diresmikan, pada Selasa (20/8/2013). Pabrik yang berlokasi di Kecamatan Gedeg, Mojokerto, Jawa Timur, ini akan memproduksi campuran bahan bakar premium dan dimanfaatkan untuk bahan bakar kendaraan bermesin

Pabrik yang didirikan atas kerjasama dengan NEDO Jepan (New Energy and Industrial Technology Develoment Organization Japan) ini, diharapkan dapat menyuplai bioethanol untuk mengurangi penggunaan minyak bumi.

Menteri BUMN Dahlan Iskan yang meresmikan pabrik tersebut menjelasakan, kualitas bioethanol yang dihasilkan pabrik ini setara dengan produksi Jepang. "Nantinya yang dihasilkan sama dengan di Jepang, yakni kualitasnya 99,5 persen," kata Dahlan kepada wartawan.
Pabrik ini memiliki kapasitas 30 juta liter per tahun. Bioethanol itu diproses dari bahan baku tetes tebu (molasses) yang akan dipasok dari Pabrik Gula (PG) Gempolkrep, Mojokerto, milik PTPN X. Dahlan mengatakan, pabrik bioetanol memang ada beberapa di Indonesia. Namun, semuanya adalah bioetanol dengan grade rendah. "Selama ini kita impor bioethanol yang kualitasnya 99,5% seperti di pabrik ini. Jadi pabrik bioethanol pertama yang dimiliki BUMN ini bisa mengurangi impor," kata Dahlan.

Dahlan menambahkan, sebagai bentuk sinergi BUMN, Pertamina akan membeli bioethanol dari pabrik ini. "Sifatnya mandatory, Pertamina akan beli bioethanol. BUMN bertekad kuat untuk mendorong energi terbarukan," ujar mantan dirut PLN tersebut.

Sementara itu, Dirut PTPN X Subiyono mengatakan, selama ini Indonesia harus mengimpor bioethanol untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri. Namun setelah pabrik ini diproduksi, Indonesia akan mempunyainya dan tak lagi mengimpor.

"Kita takkan lagi mengimpor lagi, sebab sudah punya pabrik bioethanol di Mojokerto ini. Dan kualitasnya setara dengan produsen di Jepang. Ini pabrik bioethanol milik BUMN pertama di Indonesia," kata Subiyono.
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1087895
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT