Meski Harga Komoditi Tambang Menurun, FAW Optimis rebut Pasar Nasional
NEWS Meski Harga Komoditi Tambang Menurun, FAW Optimis rebut Pasar Nasional
Robert Lie, President Director PT Gaya Makmur Mobil di depan produk unggulan FAW (doc. borneomagazine.com)___________________________________________________________________________Jakarta, 28 Srptember 2013 - Beberapa unit alat berat partambangan seperti dump truck, mixer truck, kargo truck, dan truck tangki produk dari FAW milik PT Gaya Makmur Mobil berbaris gagah di Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) ke-21 di JI Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat. Bukan baru sekali ini saja FAW turut memeriahkan exhibition skala internasional tersebut, seperti dijelaskan Robert Lie selaku President Director PT Gaya Makmur Mobil, ini adalah kali kedua FAW mengikuti pameran tahun tersebut.

Meskipun kurs rupiah tengah tergerus oleh dolar, Robert yakin PT Gaya Makmur Mobil sebagai pemegang ATPM truk asal China, bisa memiliki pasar sendiri sejak awal masuk ke indonesia pada tahun 2009 dan concern memasukkan heavy dutyberbagai macam jenis dan kapasitas di berbagai komoditi tambang Indonesia.

"Ada juga contractor head untuk peti kemas trailer, angkutan berat kemudian heavy duty truck untuk tambang batubara, logging kayu dsb. Itu segmen utama kita saat pertama masuk Indonesia. Pada awal-awal FAW merintis disini, segmen ini paling kosong", jelas Robert ketika ditemui di stand FAW sore tadi, Sabtu (28/9/13).

Ia menjelaskan mengapa FAW masuk dengan timing yang paling tepat dimana Jepang tidak masuk, yang ada hanya Eropa dan kini tengah dilanda krisis ekonomi.

"Kita masuk disini pas untuk menutupi gate antara Jepang dan Eropa, dari sini kita bisa membuktikan lapangan ini yang paling berat kita tidak masalah. Kita bisa menang soalnya kita masuk yang lebih ringan sehingga nama kita sudah dikenal orang dulu kemudian kita OK, performance bagus, pelayanan bagus makanya pada pameran ini kita masukkan yang medium truck", jelasnya.

Selain mampu merebut pasar alat berat dengan mengunggulkan medium duty, Robert juga mengungkapkan keunggulan FAW yang menggunakan teknologi Eropa dalam mesin otomotifnya sehingga karakteristik dari segi keamanan dan performance sama seperti produk Eropa. Dirinya-pun tidak terlalu khawatir meski kini harga berbagai komoditi mineral dan batubara sedang naik, FAW tetap bisa survive karena menyiasati penjualan dengan produk medium.

"Memang naiknya harga komoditi dunia semua terpengaruh, jadi kita menyiasati dengan menjual yang medium ini. Seperti untuk di jalan raya, untuk logistik, kita speed untuk varian itu. Jadi mungkin minimum pasar kita sama dengan sebelumnya meskipun terkena imbas kenaikan kurs terhadap dolar dan penurunan di sektor tambang".

Tercatat pada tahun ini penurunan penjualan FAW mencapai 40% dalam penjualan dibandingkan tahun lalu, namun pihaknya optimis bisa menjual dengan target 700 unit alat berat sama seperti tahun lalu dengan jenis heavy duty. Tidak hanya itu Robert mengatakan FAW sejak masuk pasar Indonesia juga bertujuan mengurangi dominasi, dengan cara membuka potensi di daerah prtambangan.

"Kalau dilihat secara nasional alat berat ini cukup drastis penurunannya hingga 40% sebenarnya cukup signifikan, tapi dengan terjualnya medium bisa membantu mengimbangi dengan penjualannya tidak jatuh drastis dan sama dengan tahun lalu. Kita masuk pasar Indonesia kita melihat disini didominasi dengan kategori kelas bawah, jadi kelas bawah mendominasi pasar dan mengatur tata niaganya sendiri harganya. Dan dengan harga nggak semahal itu, karena nggak da persaingan jadinya seenak perut kita, karena dengan Eropa saja kita sejauh itu masih bisa dapat pasar ", pungkas Robert.
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1073286
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT