Operator Pelabuhan Diimbau Gunakan Rupiah Untuk Transaksi Kepelabuhanan
NEWS Operator Pelabuhan Diimbau Gunakan Rupiah Untuk Transaksi Kepelabuhanan
___________________________________________________________________________Jakarta, 19 Maret 2015 – Kementerian Perhubungan kembali mengingatkan kepada semua operator pelabuhah untuk memakai mata uang rupiah dalam setiap transaksi di pelabuhan. Penggunaan mata uang rupiah dalam setiap transaksi di Indonesia jelas diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.
Kemudian diperjelas lewat Instruksi
Menteri Perhubungan Nomor 3 tahun 2014 mengenai penggunaan mata uang rupiah dalam melakukan transaksi pada kegiatan transportasi.
Demikian diingatkan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Bobby R Mamahit di Gedung Kementerian Perhubungan, beberapa waktu lalu.
Menurut dia, regulasi tersebut sudah jelas dan tidak bisa diganggu gugat. Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan pun mengingatkan kepada PT. Pelindo I-IV agar menggunakan rupiah pada semua transaksi kepelabuhanan.
“Ini sudah jelas, Pak Menteri juga sudah mengirimkan surat kepada semua direktur Pelindo pada 1 Desember 2014 lalu,” kata dia.
Surat Menhub Jonan itu disebutkan, berdasarkan penjelasan dan sosialisasi penggunaan rupiah yang dilaksanakan oleh Bank Indonesia di Pelabuhan Tanjung Priok beberapa waktu lalu, pembayaran tarif jasa kepelabuhan tidak termasuk dalam transaksi perdagangan internasional sehingga tidak termasuk dalam transaksi yang dikecualikan dalam penggunaan mata uang rupiah.

“Menteri meminta agar semua transaksi yang semula menggunakan dolar Amerika Serikat (AS) wajib memakai rupiah,” pungkasnya.
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1073695
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT