PLN Diminta Konversi Penggunaan Bahan Bakar Fosil
NEWS PLN Diminta Konversi Penggunaan Bahan Bakar Fosil
“PLN itu kan sebenarnya mereka itu beli yang non subsidi dan otomatis sesuai lah, PLN pasti mau lah dan kita sudah panggil PLN. PLN itu kan sudah pakai 5,6 sampai 6 juta kiloliter pertahun, kalau kita ganti 40 persen, itu sudah 2,4 juta mengurangi subsidi”, ujar Susilo kepada wartawan di kantor KESDM, pada Jumat (23/08/13), Jakarta.___________________________________________________________________________Jakarta, 23 Agustus 2013 – Tidak hanya PT Pertamina (Persero)yang diminta KESDM menggunakan campuran biodiesel 10 persen. PT PLN (Persero)-pun didesak pemerintah agar segera mengkonversi penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak, solar, menjadi biodiesel hasil produksi industri CPO. Pernyataan ini dikemukakan Wamen ESDM Susilo Siswoutomo siang ini di kantor KESDM.

Ia menjelaskan, dalam realisasi penggunaan biodiesel nantinya dapat menghemat pengeluaran atau cost produksi dari sisi belanja bahan bakar seperti penggunaan 40 persen biodiesel pertahun pada bahan bakar pembangkit listrik. Maka terjadi penghematan sekitar 5,6 hingga 6 juta kiloliter barel minyak pertahun minyak, tapi bila digunakan hingga 100 ribu barel pertahun maka dibutuhkan sekitar 5,3 juta ton CPO dan otomatis ini mampu meningkatkan volume ekspor. Ketika dikonfirmasi PT PLN dikatakan sudah bersedia menggunakan bahan bakar biodiesel hasil produksi CPO, sayangnya belum diketahui berapa volume konsumsi yang dibutuhkan pembakit listrik tersebut.

“PLN itu kan sebenarnya mereka itu beli yang non subsidi dan otomatis sesuai lah, PLN pasti mau lah dan kita sudah panggil PLN. PLN itu kan sudah pakai 5,6 sampai 6 juta kiloliter pertahun, kalau kita ganti 40 persen, itu sudah 2,4 juta mengurangi subsidi,” ujar Susilo kepada wartawan di kantor KESDM, pada Jumat (23/08/13), Jakarta.

Di samping itu, untuk sektor pertambangan mineral akan dilakukan pelonggaran bagi perusahaan pertambangan yang sudah CNC, yaitu untuk volume ekspor tambang mineral. Dimana yang biasanya ada batasan tertentu dalam ekspor mineral, maka volume ekspor bisa lebih besar dari semula.
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1073331
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT