PLN Luncurkan Buku Anti Korupsi“Saatnya Hati Bicara jilid 2”
NEWS PLN Luncurkan Buku Anti Korupsi“Saatnya Hati Bicara jilid 2”
___________________________________________________________________________Pada hari Kamis 19 Desember 2013, PLN meluncurkan buku anti korupsi berjudul “Saatnya Hati Bicara (SHB) jilid 2”. Buku ini berisi kumpulan tulisan pegawai tentang pengalamannya dalam menghadapi korupsi, suap dan gratifikasi serta harapannya terhadap program “PLN Bersih”. Buku ini merupakan kelanjutan dari buku dengan judul yang sama yang diluncurkan Maret 2013 lalu. Direktur Utama PLN Nur Pamudji beserta jajaran Direksi hadir pada acara peluncuran di Kantor Pusat PLN tersebut. Pembuatan buku anti korupsi “Saatnya Hati Bicara” merupakan bagian dari kampanye program PLN Bersih kepada para pegawai PLN di seluruh Indonesia beserta stakeholders terkait.

Buku setebal 342 halaman ini berisi 59 tulisan pegawai PLN dari berbagai level, usia, bidang pekerjaan mulai Direksi, Kepala Divisi, General Manager, Manajer, sampai staf di unit kecil. Buku terdiri dari enam kelompok tulisan yaitu Integritas 17 tulisan, Bersih di Pelayanan 10 tulisan, Anti Gratifikasi 14 tulisan, Pengadaan yang Bersih 14 tulisan dan SDM dan Karir 4 tulisan.

Pada tulisan berjudul “Akhirnya Aku Dapatkan SK Gratifikasi KPK”, seorang manajer area mengaku sebelumnya sering menerima gratifikasi dari rekanan dan tiba-tiba melakukan perenungan. Dirinya merasa tidak akan bisa menjalankan komitmen PLN bersih dengan baik dan mantap jika masih terus menjalankan kebiasaan lamanya. Dirinya merasa tidak akan mampu memimpin unitnya dengan semangat PLN Bersih dengan cara-cara munafik. Karena itu kemudian dia berbalik, melaporkan gratifikasi berbentuk uang yang baru diterimanya ke KPK. Dengan bangga dia tunjukkan surat keputusan pimpinan KPK tentang penetapan status gratifikasinya menjadi milik negara dan harus disetorkan ke kas KPK. Dia merasa plong karena telah berhasil mengembalikan gratifikasi ke KPK. Selanjutnya dia tidak lagi mau menerima pemberian dari rekanan.

Di tulisan lain, seorang pegawai yang bertugas mengurusi pajak perusahaan menyesali perbuatan yang pernah dilakukannya yaitu memanipulasi perhitungan pajak untuk memperoleh keuntungan pribadi. Uang yang didapat dengan cara tidak benar itu digunakan untuk mengobati ayahnya yang sedang sakit, dan ternyata tubuh lemah ayahnya seperti menolak pengobatan itu hingga akhirnya meninggal dunia. Hal ini menjadi titik balik sikapnya dalam bekerja.

Ada juga tulisan seorang manajer rayon PLN yang ditawari calo penyambungan listrik uang “jatah” sebesar Rp 500 ribu per pelanggan. Si manajer ini menolak tawaran tersebut karena tahu pasti bahwa itu akan diambil dari uang mark up biaya penyambungan baru yang dilakukan para calo yang tentu akan sangat merugikan masyarakat. Akhirnya dia menetapkan pelanggan harus bisa langsung berhubungan dengan PLN tanpa melalui calo. Kemudahan akses layanan terus dilakukan melalui perkuatan contact center PLN 123.

Nur Pamudji mengatakan, program PLN Bersih itu tidak sekadar berbicara no suap dan no gratifikasi. Tapi juga berbicara konflik kepentingan. Karena menurutnya, tidak sedikit para pegawai PLN memanfaatkan jabatannya untuk membantu teman atau kerabatnya mempermudah urusan dengan PLN. Seperti kasus di suatu Area PLN, seorang kepala unit PLN menangkap pencuri listrik dan si pencuri terkena denda atau tagihan susulan lebih dari Rp 1 miliar. Ternyata pencuri listrik ini mempunyai kerabat yang bekerja di PLN bahkan menjadi pejabat pula di PLN Pusat.

"Tentu hal ini akan menjadi konflik kepentingan, karena si pejabat PLN itu akan berusaha mempengaruhi pegawai PLN lainnya yang menangani kasus tersebut. Pejabat ini bisa berusaha menekan general manager, manajer, agar dendanya bisa dikurangi dan sebagainya. Orang PLN tidak boleh melakukan hal-hal seperti ini," ujar Nur.

Nur sangat mengapresiasi para pegawai yang menyumbangkan tulisan dan pengalamannya dalam menghindari korupsi, suap dan gratifikasi di buku ini.
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1087905
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT