Pelarangan Ekspor Bahan Mineral Mentah Hanya Untungkan Pihak Asing
NEWS Pelarangan Ekspor Bahan Mineral Mentah Hanya Untungkan Pihak Asing
foto : www.satunegeri.com ___________________________________________________________________________Jakarta, 6 Desember 2013 - Rencana pemerintah yang berkeinginan untuk melakukan pelarangan ekspor bahan mineral mentah, dengan alasan untuk menjalankan amanah UU Minerba No. 4 Tahun 2009 seyogianya patut didukung oleh segenap elemen di negeri ini. Namun dengan catatan, jika hal tersebut tidak memiliki motif dan diboncengi oleh kepentingan asing yang saat ini hampir menguasai 70 persen industri Tambang dan Migas di Indonesia.

Asosiasi Pengusaha Mineral Indonesia (Apemindo) menyatakan, pemerintah juga harus menyadari bahwa dengan pelarangan total ekspor bahan mentah, maka dengan sendirinya stok bahan mentah yang dimiliki oleh para pengusaha tambang nasional akan dibeli dengan harga murah oleh para pemegang hak ekspor dan pemilik pembangunan pengolahan pemurnian (smelter). Yakni, para pengusaha asing pemegang KK pertambang

"Monopoli cadangan bahan mentah mineral akan terjadi dan asing akan diuntungkan," kata Ketua Umum Apemindo Poltak Sitanggang dalam pernyataan persnya, Jumat (6/12/2013).

Dia memaparakan, selain hal tersebut, juga secara makro maka pelarangan ekspor bahan mentah yang ada pelaksanaannya hanya akan menutup peluang bagi pengusaha tambang lokal. Hal ini merupakan langkah efektif bagi para pemegang KK untuk mengontrol harga bahan mineral di pasaran, di mana perusahaan sekelas Freeport atau Newmont memiliki tambang tidak hanya di negeri ini namun juga di berbagai belahan dunia, sehingga pelarangan total sekalipun di Indonesia tidak akan merugikan perusahaan asing, namun justru menguntungkan mengingat jumlah barang yang diperdagangkan akan lebih sedikit dan di monopoli oleh barang milik mereka yang diproduksi di Afrika misalnya yang sangat lunak dalam peraturan pertambangan.

"Asing juga berpeluang untuk mengontrol Indonesia yang tengah mengalami defisit transaksi berjalan (sebagai dampak pelarangan ekspor bahan mentah mineral) dan tengah menghadapi hajatan besar Pemilu Legislatif dan Pilpres 2014," ujar Poltak.
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1053195
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT