Pemerintah Didorong Kembangkan Energi Non Konvensional
NEWS Pemerintah Didorong Kembangkan Energi Non Konvensional
___________________________________________________________________________Balikpapan, 20 Desember 2013 - Melihat tren penurunan produksi energi konvensional diseluruh dunia, pemerintah diminta mengembangkan energi non konvensional demi meningkatkan produksi minyak dan gas bumi.

Hal ini disampaikan Pengamat Ekonomi Energi dari Petronomist.com, Darmawan Prasodjo, ia melihat saat ini negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan China tengah mengembangkan energi non konvensional. Dengan pengembangan energi non konvensional tersebut, diprediksi produksi migas negara-negara tersebut bisa melampaui produski migas negara-negara Arab.

"Yang trennya naik terus adalah China dan Amerika Serikat, Indonesia trennya turun, Malaysia juga turun, yang bikin trennya naik adalah kegiatan di offshore dan pengembangan energi non konvensional seperti shale gas dan shale oil. Intinya saat ini energi konventional semakin tipis," ujar Darmawan di Balikpapan, Jumat (20/12/13).

Darmawan menambahkan, mengembangkan lapangan offshore dan energi non konvensional memang bukan kegiatan yang murah, karena diperlukan teknologi khusus untuk memperoleh produksi yang maksimal. Untuk mengembangkan energi non konvensional dibutuhkan dana berkali-kali lipat dari investasi di energi konvensional. "Yang pembiayaannya murah sudah habis, tinggal yang mahal-mahal," ujarnya.

Untuk Indonesia, Darmawan menyarankan agar pemerintah berani mengambil kebijakan yang dapat meringankan investor, pasalnya untuk mengembangkan lapangan offshore maupun energi non konvensional, dibutuhkan dana besar, nampun produk yang dihasilkan harganya sama dengan yang dikembangkan di onshore atau energi konvensional, sehingga keuntungannya akan menurun.

"Harus ada insentif dari pajak atau dari bagi hasilnya. Investasi tinggi, harga produknya sama dengan konvensional, jadi ada pengurangan keuntungan, makanya harus ada insentif agar investor mau kembangkan lapangan offshore dan non konvensional," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, pada 2015 Amerika Serikat diprediksi akan menjadi salah satu produsen minyak terbesar di dunia, hal tersebut didukung oleh tingginya produksi energi non konvensional disana. Bahkan menurut Darmawan, dengan energi non konvensional produksi China bisa mencapai 4 juta barel per hari (bph).
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1037057
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT