Pemerintah Diminta Tentukan Harga IRR Panas Bumi
NEWS Pemerintah Diminta Tentukan Harga IRR Panas Bumi
___________________________________________________________________________Jakarta, 27 Januari 2013 – Pemerintah diminta segera menentukan investment rate of return (IRR) bagi energi panas bumi di Indonesia, lantaran listrik dari panas bumi meruakan single buyer, yakni PT PLN Persero. Mengapa demikian?

Ketua Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), Rahmat Gobel menjelaskan dengan banyaknya produsen dan sedangkan pembelinya hanya satu akan sulit menentukan harga pasar, karenanya pemerintah harus segera menentukan IRR yang pas.


“Solusinya, karena ini single buyer itu mestinya mendapatkan kepastian IRR, karena kan jelas produsen mencari laba. IRR itu yang paling baik itu berapa?,” kata Rahmat Gobel di Jakarta, Senin (27/1/2013).


Dikarenakan pembeli yang hanya satu hingga kini panas bumi masih sulit bersaing dengan harga listrik dari batubara, sebabnya kata dia, konsumen batubara sangatlah luas dan bahkan hasil produksinya bisa diekspor sehingga bisa ditentukan harga keekonomian.

Belum lagi, permasalahan panas bumi seperti investasinya yang tinggi, serta permasalahan lahan dan infrastruktur penunjang yang masih belum memadai.

Sebelumnya, dia mengungkapkan harga listrik panas bumi pernah dipatok sekitar US$14 sen per KWh, namun PLN menyatakan bahwa pihaknya keberatan dengan harga tersebut, dan meminta harga US$6 sen per KWh. "Dia (PLN) bilang kemahalan, tapi dia malah investasi dengan menggunakan genset yang lebih mahal. Seperti ini harus ada kepastian harga listrik dari panas bumi," tandasnya.



headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1053188
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT