Pertamina dan 6 KKKS Tandatangani PJBG Untuk Sektor Transportasi
NEWS Pertamina dan 6 KKKS Tandatangani PJBG Untuk Sektor Transportasi

Program konversi BBM ke BBG sebagai upaya untuk mengurangi subsidi Pemerintah terhadap BBM serta komitmen terhadap penciptaan lingkungan yang bersih sudah sepatutnya didukung penuh bersama-sama. (Foto: kompasiana)
___________________________________________________________________________Jakarta, 5 September 2013 – PT Pertamina (Persero) bersama 6 Kontraktor Kontrak Kerjasama migas hari ini menandatangani perjanjian jual beli gas (PJBG) sebanyak 30,5 MMscfd yang akan digunakan untuk bahan bakar transportasi guna mendukung program konversi BBM ke BBG yang digulirkan pemerintah

Karen Agustiawan mengatakan bahwa sesuai dengan Peraturan Presiden No.64 tahun 2012, Pertamina ditugaskan untuk melakukan penyediaan dan pendistribusian bahan bakar berupa CNG. Untuk itu Pemerintah telah mengalokasikan pasokan gas dari beberapa KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) yang diperuntukkan bagi transportasi. Untuk itu, perlu dilakukan PJBG antara Pertamina dengan para KKKS guna menjamin pasokan gas bagi kebutuhan transportasi tersebut.

Penandatanganan PJBG kali ini, tuturnya, dilakukan antara Pertamina dan 6 KKKS, yaitu PT Pertamina EP, PT Pertamina Hulu Energi ONWJ, PT Pertamina Hulu Energi WMO, PT Medco E&P, dan SANTOS (Madura Offshore) PTY LTD, dan JOB Pertamina Talisman - Jambi Merang. Dengan PJBG ini, total volume gas yang akan dipasok sebesar 30,5 MMscfd dan akan dipasarkan dengan brand Pertamina "Envogas" yang saat ini penyalurannya kepada konsumen baru sekitar 4 MMscfd.

“Dengan kebutuhan BBG yang akan meningkat seiring dengan pelaksanaan program konversi dan pembagian konverter kit oleh Pemerintah, alokasi gas tersebut diharapkan cukup untuk memenuhi kebutuhan BBG untuk transportasi di wilayah yang ditargetkan yaitu Jabodetabek, Jawa Timur dan Palembang. Untuk menjamin kontinuitas operasional SPBG, kepastian suplai gas merupakan faktor yang utama. Oleh karena itu, sangat diharapkan adanya alokasi-alokasi gas baru untuk sektor transportasi dalam jangka panjang,” kata Karen.

Program konversi BBM ke BBG sebagai upaya untuk mengurangi subsidi Pemerintah terhadap BBM serta komitmen terhadap penciptaan lingkungan yang bersih sudah sepatutnya didukung penuh bersama-sama. “Kami sangat berharap adanya kerjasama yang sinergis antara produsen gas dalam hal ini KKKS, gas transporter, badan usaha/investor untuk bersama-sama mendorong suksesnya program pemerintah dalam pemanfaatan gas transportasi. Pertamina berterimakasih dan mengapresiasi yang setinggi-tingginya atas dukungan semua pihak untuk mewujudkan pelaksanaan PJBG hari ini.”

Peningkatan infrastruktur merupakan hal yang juga menentukan keberhasilan prigram konversi ini, untuk itu sudah direncanakan, hingga akhir tahun akan terbangun sebanyak 10 SPBG baru yang terdiri dari 2 SPBG didanai oleh Pertamina dan 2 mother station, 2 SPBG online, 4 Mobile Refueling Unit dan pengembangan jaringan pipa di Jabodetabek sepanjang 22,2 KM yang didanai pemerintah melalui APBN 2013.
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1073301
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT