Presiden Harus Turun Tangan Soal Blok Mahakam
NEWS Presiden Harus Turun Tangan Soal Blok Mahakam
Tata kelola industri migas kita memang cenderung merugikan negara. Banyak kalangan yang mendapatkan firasat bahwa pemerintah akan melakukan rekayasa agar Blok Mahakam kembali dikelola asing. (Foto: pesatnews.com)___________________________________________________________________________Jakarta, 28 Oktober 2013 – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dituntut untuk segera turun tangan guna menyelesaikan kasus Blok Mahakam agar ditangani oleh negara dan tidak diperpanjang lagi pengelolaannya oleh asing. Kalau presiden tidak turun tangan, pasti migas Blok Mahakam jatuh ke asing lagi.

Demikian wacana yang mengemuka dalam acara peringatan hari Sumpah Pemuda yang digelar Indonesian Resources Studies (IRESS). Mengusung tema “Mari Kita Rebut Blok Mahakam ke Pangkuan Ibu Pertiwi”, acara ini dihadiri masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, politisi, hingga kalangan pemuda dan mahasiswa.

Sri-Edi Swasono yang menjadi salah satu pembicara, dalam orasinya mengungkapkan agar presiden turun tangan untuk mengembalikan Blok Mahakam. “Demikian juga pada Wapres maupun Kementerian Negara BUMN, kita harusnya bangga rakyat memilliki nasionalisme tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, pengamat migas Kurtubi mengatakan, SBY harus turun tangan agar kasus ini tak berlarut-larut. “Saya berharap SBY yang di akhir masa kekuasaannya bisa meninggalkan sejarah yang baik bagi bangsa ini,” ujarnya.

Tata kelola industri migas kita, lanjutnya, merugikan negara. Kurtubi mengaku, mendapatkan firasat bahwa pemerintah akan melakukan rekayasa agar Blok Mahakam kembali dikelola asing. “Jangan sampai, pemerintah melakkukan hal ini,” katanya.

Di sisi lain, mantan Sekretaris Menneg BUMN di masa Sofyan Djalil, Said Didu menjelaskan, ia menemukan berbagai pengalaman selama menjabat di mana pengelolaan migas ini sebetulnya di bawah kendali para cukong. “Cukong-cukonglah yang mengendalikan penguasa hingga kebijakan pemerintah menguntungkan mereka,” katanya.

Said menjelaskan, aset-aset bangsa di sektor migas masih bisa diselamatkan. Ia berharap agar penguasa di masa datang bukanlah penguasa yang berada di ujung jari para cukong. “Jangan pilih mereka yang bertekuk lutut di bawah ketiak para cukong,” katanya.
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1035022
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT