Produksi dan Cadangan Migas Pertamina Meningkat
NEWS Produksi dan Cadangan Migas Pertamina Meningkat
___________________________________________________________________________Jakarta, 2 April 2015 - PT Pertamina (Persero) sukses meningkatkan produksi minyak dan gas bumi rata-rata sebesar 7% dalam delapan tahun. Padahal produksi nasional mengalami penurunan. Peningkatan produksi dan cadangan migas itu merupakan hasil dari pengembangan dan pemanfaatan teknologi hulu yang tepat oleh insan hulu Pertamina.
Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto ketika membuka acara Forum Sharing Teknologi Hulu, di Bali, Senin (30/3). Hadir dalam acara tersebut Dirjen Minyak dan Gas Bumi I.G.A. Puja Wiratmaja, Dirjen Energi Baru dan Terbarukan Rida Mulyana, Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi, dan Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam.
Dwi mengatakan harga minyak saat ini pada kisaran US$60 per barel dan terus berfluktuasi. Hal ini berimbas kepada Indonesia yang masih sangat bergantung kepada migas. Inflasi dan neraca keuangan negara akan sangat terpengaruh, terlebih dengan adanya perkuatan dolar.
“Produksi minyak nasional menurun, tidak sejalan dengan lonjakan konsumsi bahan bakar di dalam negeri yang terus tumbuh. Bahkan, pada 2030, permintaan energi mencapai 16 Quad BTUs di tahun 2030. Dengan tren industri migas di Indonesia, jika kita tidak melakukan sesuatu, bisa membawa kita kepada situasi krisis,” katanya.
Sebagai BUMN energi, tuturnya, Pertamina melihat kondisi ini sebagai tantangan yang dapat dibalik menjadi suatu kesempatan untuk mewujudkan target ambisius untuk menjadikan Pertamina sebagai Perusahaan Energi Nasional Kelas Dunia. Dalam konteks hulu, pengembangan dan pemanfaatan teknologi hulu merupakan kunci sukses bagi upaya menjaga pertumbuhan produksi dan penambahan cadangan migas yang sangat diperlukan untuk menjaga ketahanan dan kemandirian energi Indonesia.
“Saya melihat Pertamina penuh dengan sumber daya manusia potensial. Dan saya yakin persoalan ini bisa kita hadapi bersama. Pertamina telah berprestasi besar dengan bukti mampu meningkatkan produksi migas sekitar 7% dalam delapan tahun terakhir, di saat produksi migas nasional cenderung turun. Salah satu kunci keberhasilan peningkatan produksi tersebut, terletak pada pemilihan teknologi yang selektif dan tepat sehingga diperoleh hasil produksi yang optimal,” katanya.
Lebih lanjut ditambahkan, Pertamina diberikan kepercayaan penuh oleh pemerintah untuk mengelola blok-blok migas yang akan berakhir masa kontraknya, seperti Blok Siak dan Blok Mahakam. “Ini menjadi tantangan, seberapa besar kemampuan Pertamina untuk dapat menjaga atau bahkan meningkatkan produksi dari blok-blok migas yang diserahkan pengelolaannya kepada Pertamina. Lagi-lagi, penguasaan dan kemandirian teknologi hulu akan memegang peranan penting, sebagaimana yang sudah Pertamina buktikan di Blok ONWJ dan Blok WMO.” Dengan penurunan harga minyak yang menuntut dilakukannya efisiensi, satu langkah penting lainnya adalah tekad Pertamina untuk mandiri teknologi. Sebagai contoh, jika dalam beberapa kesempatan Pertamina menggunakan jasa konsultan, ke depan akan diutamakan penggunaan engineer terbaik Pertamina dan anak perusahaan.
“Pertamina tempat berkumpulnya engineer terbaik Indonesia. Anak-anak perusahaan Pertamina terbukti memiliki kemampuan teknologi yang unggul yang tidak kalah dari kompetitor. Jika ini berhasil, maka sinergi dan kemandirian ini dapat menjadikan operasi hulu Pertamina menjadi lebih efisien,” tegas Dwi.<> pertamina.com/yt
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1055056
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT