Publik Menilai Keputusan Jokowi Sudah Tepat Tidak Melantik BG Sebagai Kapolri
NEWS Publik Menilai Keputusan Jokowi Sudah Tepat Tidak Melantik BG Sebagai Kapolri
___________________________________________________________________________Jakarta, 26 Februari 2015 – Akhir-akhir ini pencalonan Budi Gunawan sebagai Kepala Polisi Republik Indonesia merupakan salah satu isu yang paling menarik dan paling menyita perhatian publik dalam 100 hari kinerja pemerintahan Jokowi-JK, sebabnya setelah resmi dicalonkan sebagai calon tunggal Kapolri oleh Presiden Jokowi, Budi Gunawan langsung ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Kemudian Budi Gunawan pun melakukan gugatan prapradilan terhadap KPK dan dikabulkan pengadilan. Meski penetapan Budi Gunawan oleh KPK dinyatakan tidak sah oleh pengadilan, namun Jokowi akhirnya mengambil sikap tidak melantik Budi Gunawan, dan mengusulkan nama baru yaitu Badroidin Haiti sebagai calon tunggal Kapolri.

Menurut hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) terbaru, mayoritas publik menilai jika keputusan Jokowi untuk tidak melantik Budi Gunawan sebagai Kapolri dan mengusulkan Badroidin Haiti sebagai Kapolri merupakan keputusan yang tepat. Mayoritas publik yaitu sebesar 70.29 % menyatakan bahwa mereka mendukung keputusan Jokowi untuk tidak melantik BG sebagai Kapolri. Hanya 18.03 % yang menyatakan keputusan Jokowi untuk mengajukan nama lain yaitu Badroidin Haiti dan tidak melantik Budi Gunawan merupakan keputusan yang keliru.

Survei dilakukan pada tanggal 20 – 22 Februari 2015 di 33 Provinsi di Indonesia. Survei menggunakan multistage random sampling dalam menarik sample sebanyak 1200 responden. Dengan estimasi margin of error sebesar 2.9 %. Selain itu survei inipun dilengkapi data dan analisis melalui riset kualitatif yaitu dengan metode in depth interview, FGD, dan analisis media.

“Meski mengapresiasi sikap Jokowi dalam menyelesaikan kasus BG, mayoritas publik menyatakan bahwa mereka semakin prihatin dengan kondisi hukum di Indonesia. Sebesar 66.89 % publik menyatakan bahwa kondisi hukum di Indonesia akhir-akhir ini makin memprihatinkan. Sebesar 22.52 % menyatakan kondisi hukum saat ini sama saja dengan periode sebelumnya. Dan hanya sebesar 3.97 % publik yang menyatakan bahwa kondisi hukum di Indonesia makin baik,” kata Peneliti lSI, Rully Akbar di Kantor LSI beberapa waktu lalu.

Dikatakan Rully, mereka yang prihatin terhadap kondisi hukum merata di semua segmen masyarakat Indonesia. Baik mereka yang laki-laki maupun perempuan, tinggal di pedesaan maupun perkotaan, berpendidikan tinggi maupun rendah, berekonomi mapan maupun para wong cilik. Namun demikian, mereka yang lelaki, berpendidikan tinggi, dan tinggal di perkotaan lebih tinggi tingkat keprihatinannya dibanding dengan mereka yang tinggal di pedesaan. Wishnu
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1087917
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT