SKK Migas Bantah Penundaan Tender Crude Oil
NEWS SKK Migas Bantah Penundaan Tender Crude Oil
Widyawan saat memberikan keterangan pada media, beberapa waktu lalu (Foto: Aini)___________________________________________________________________________Jakarta, 20 Agustus 2013 - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) membantah adanya penundaan terhadap proses tender penjualan minyak mentah nasional yang tidak bisa diolah oleh Pertamina. Menurut Deputi Pengendalian Oprasional SKK Migas, Widyawan, pada 13 Agustus lalu sebanyak 35 perusahaan trader mengikuti lelang penjualan minyak. Salah satunya termasuk Kernel Oil. Karena, Kernel Oil terlibat dalam kasus hukum yang menyeret mantan Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini. Maka tidak diperkenankan ikut lelang di SKK Migas.

"Proses tender sudah dilakukan, jadi tidak benar ada yang ditunda. Pemberitaan lelang minyak mentah pemerintah, khususnya yang di Snipah sudah disampaikan 13 Agustus lalu kepada seluruh perusahaan yang terkait kepada perusahaan trader yang terdaftar. Tapi Jumat kemarin Kernel sudah dikirimi surat dari SKK Migas, dengan adanya proses hukum di KPK, Kernel Oil tidak diperkenankan ikut lelang di SKK Migas. Kalau Kernel Oil tetap menyampaikan penawaran, dia tetap akan didiskualifikasi, namun dia tidak masukan penawaran," ujar, Widyawan Prawiraatmaja di kantor SKK Migas, Jakarta, Selasa (20/08/2013).

Dalam proses tender tersebut, SKK Migas akan memilih perusahaan yang berani melakukan penawaran tertinggi dari harga minyak mentah Indonesia/Indonesian Crude Price (ICP). Dan dijelaskan Widyawan dari 35 perusahaan yang mengikuti lelang, 7 perusahaan telah melakukan penawaran dan empat perusahaan telah memenuhi persyaratan. Salah satu persyaratannya adalah peserta tender harus melakukan penawaran harga diatas dari ICP.

Sedangkan untuk penyampaian penawaran tender tersebut, dilakukan dengan cara mengirim penawaran melalui fax. Perusahaan yang melakukan penawar lelang sendiri ada yang berasal dari dalam negeri, Singapura, Tokyo dan lainnya.

"Semakin tinggi harga yang diusulkan dari ICP, dia akan diusulkan jd pemenang. Saat ini ada yang mengusulkan antara US$30 sen perbarel, sampai US$2,3 perbarel diatas ICP," tandasnya.
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1073702
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT