SKK Migas Yakinkan KKKS Simpan Dana Transaksi di Bank Nasional
NEWS SKK Migas Yakinkan KKKS Simpan Dana Transaksi di Bank Nasional
SKK Migas tetap menghormati kontrak KKKS yang telah bekerjasama dengan perbankan asing, jika kontrak tersebut habis, maka KKKS tersebut harus menaruh dananya di bank nasional. (Foto: merdeka.com)___________________________________________________________________________Jakarta, 22 November 2013 - Sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No.14 Tahun 2012, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) berupaya mendorong agar Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) yang beroperasi di Indonesia menaruh dana transaksinya pada perbankan nasional.

Hal ini diungkapkan Deputi Keuangan SKK Migas, Budi Agustiono, menurutnnya sejak aturan tersebut diterapkan pihaknya telah melakukan sosialisasi dan menghimbau kepada KKKS agar menjadikan bank nasional sebagai wadah transaksi. Tercatat . Telah beberapa bank nasional telah melakukan kerjasama dengan beberapa KKKS, diantaranya Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Negara Indonesia (BNI).

"Banyak KKKS yang sudah pakai bank nasional, tapi saya lupa berapa jumlahnya. Kan banknya macam-macam ada Mandiri, BRI dan BNI," kata Budi di Jakarta, Jumat (22/11/13).

Sementara itu untuk KKKS yang masih belum menaruh dananya di perbankan nasional, Budi menyatakan jika pihaknya akan terus berusaha meyakinkan. Namun SKK Migas tetap menghormati kontrak KKKS yang telah bekerjasama dengan perbankan asing, jika kontrak tersebut habis, maka KKKS tersebut harus menaruh dananya di bank nasional.

Sesaat tadi, Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) telah melakukan penandatanganan Perjanjian Trustee dan Agen Pembayaran (TPAA) dengan BNI. Dengan adanya kerjasama tersebut, diharapkan KKKS yang lain bisa mengikuti aturan PBI tersebut.

"Kami tunjukkan bahwa Bank-bank nasional aman, tidak perlu khawatir, bisa dipercaya,", tandasnya.

Direktur Utama PHE ONWJ, Kunto Wibisono mengatakan, perjanjian tersebut dilakukan guna proyek penjualan gas domestik di Indonesia yang menggunakan bank nasional dengan skema trust. Penjualan gas tersebut untuk memenuhi kebutuhan pasokan gas bagi transportasi.

"Ini merupakan bagian dari upaya dalam mengoptimalkan bank nasional. Kedepannya kami berharap ada kerjasama dibidang lainnya," ujar Kunto di Jakarta, Jumat (22/11).

Kunto menambahkan, perjanjian dengan BNI tersebut guna mempermudah pembayaran jual beli gas antara KPS ONWJ dan PT Pertamina Persero, untuk keperluan bahan bakar gas transportasi. Penjualan gas sebesar 4.000 mmbtu tersebut akan dialirkan melalui Onshore Receiving Facility (ORF) di Cilamaya yang direncanakan beroperasi mulai Desember 2013 hingga 18 Januari 2017..
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1073690
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT