Satya W Yudha : Dibukanya Ekspor Ore Mineral Melanggar UU Minerba!
NEWS Satya W Yudha : Dibukanya Ekspor Ore Mineral Melanggar UU Minerba!
Kalau mau ekspor silakan saja, tapi bea keluar tidak kami turunkan. Kebijakan ini sifatnya sementara sampai 2014 dan kebijakan hilirisasi juga tetap dilakukan___________________________________________________________________________Jakarta, 26 Agustus 2013 – Adanya rencana dari pemerintah untuk membatalkan larangan ekspor ore mineral sebagai salah satu paket kebijakan makro ekonomi dimana menyebutkan adanya penghapusan volume ekspor mineral ditentang tegas oleh DPR. Pelarangan ekspor ore yang diwajibkan oleh UU Minerba Nomor 4 tahun 2009 juga produk turunannya permen 11 tahun 2012 ini ditegaskan salah satu anggota Komisi VII DPR RI Satya W Yudha harus menjadi keputusan bersama antara DPR dan pemerintah jika ada pengecualian.

“Pelarangan ekspor ore mineral mengacu pada UU Minerba, maka pengecualian terhadap UU Minerba harus menjadi keputusan bersama DPR dan pemerintah. Kalau ya mereka memutuskan sendiri mereka melanggar UU, siapa yang mikir kan DPR bersama pemerintah. Jadi pengecualian-pengecualian itu ada diskusi antara kita”, tegasnya ketika ditemui wartawan di Jakarta pada Senin (26/08/13).

Satya menambahkan, untuk kebijakan di mineral tidak bisa berjalan sendiri karena sudah berada di dalam UU Minerba. Dirinya menyadari memang deadline pembangunan smelter tahun 2014 tidak bisa dicapai dengan banyaknya hambatan seperti pada power plant listrik serta infrastruktur lainnya, namun bukan berarti ide membangun hilirisasi industri bisa dimatikan begitu saja. Tapi pemerintah harus bijak melihat ke depan dengan cara member perpanjangan waktu. Juga berdiskusi dengan DPR untuk membuat pengecualian-pengecualian terhadap beberapa pasal.

”Kita menyadari kalau deadline 2014 juga tidak bia dicapai karena smelting susah, hambatannya power listrik sehingga komit mereka tidak terkejar seperti yang kita inginkan, tapi ini kan intinya ide yang tidak perlu dimatikan hanya kita perpanjang waktunya. Itu makanya pemintah harus berbicara dengan DPR supaya memberikan pengecualian-pengecualian terhadap bunyi-bunyi pasal yang ada dalam UU”, imbuhnya.

Politisi Golkar ini memastikan jika belum ada keputusan dari DPR menyetujui dibukanya kembali keran ekspor ore mineral demi menyelamatkan ekonomi, “belum dibicarakan, mineral sudah tidak bisa diekspor dalam bentuk row dan kalau diijinkan ekspor harus ada perencanaan bangun smelter 2014. Kalau dilanggar, semua nggak boleh hanya dalam rangka menyelamatkan rupiah, itu hanya bisa jika didiskusikan dengan DPR, kalau nggak ada gimana, ketemu Mentri juga belum”, pungkas Satya.

Sebelumnya ramai diberitakan pemerintah memberi sinyal bahwa larangan penuh ekspor mentah produk tambang mineral akan ditarik. Sebab salah satu paket kebijakan makro ekonomi menyebutkan adanya penghapusan volume ekspor mineral. Bahkan Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, penghapusan ekspor mineral tidak diiringi dengan pengenaan bea keluar ekspor sebesar 20%.

"Kalau mau ekspor silahkan saja, tapi bea keluar tidak kami turunkan. Kebijakan ini sifatnya sementara sampai 2014 dan kebijakan hilirisasi juga tetap dilakukan," ujarnya pada Jumat (23/08/13).

Mentri ESDM jero Wacik-pun mengamini jika program hilirisasi minerba yang diamanahkan dalam Undang-undang (UU) Nomor 4 Tahun 2009 tentang kewajiban perusahaan tambang di Indonesia membangun smelter selambatnya 2014 akan molor.

"Kami memang merelaksasi ekspor mineral. Kemarin kan mau menghentikan (ekspor minerba), tapi karena kondisi negara yang seperti jadi kami harus selamatkan negara sampai situasi normal kembali. Ya (belum bisa dijalankan) dari pada kita (Indonesia) tidak selamat. Nanti kalau ekonomi dunia dan ekspor Indonesia sudah normal lagi, pelan-pelan bisa realisasi kembali. Siapa menyangka akan seperti ini," jelas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik di Jakarta, Jumat (23/8/2013).
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1037068
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT