Sulawesi Tengah Butuh Tambahan Listrik
NEWS Sulawesi Tengah Butuh Tambahan Listrik
___________________________________________________________________________Sulawesi, 20 Maret 2015 - Sulawesi Tengah ke depan membutuhkan pasokan energi yang cukup besar. Provensi ini ditetapkan sebagai kawasan khusus dan kawasan industri Morowali serta pembangunan smelter untuk pengolahan tambang.

Demikian disampaikan Gubernur Sulawesi Tengah, H. Longki Djanggola, dalam sambutanya saat membuka Focus group discussion (FGD) Akselerasi Solusi Permasalahan Sektor ESDM Di Sulawesi Tengah,(19/3).
Selama ini pertumbuhan kebutuhan listrik di Provinsi Sulawesi Tengah sangat tinggi, sekitar 10,81 persen. Pertumbuhan ini terus meningkat seiring tumbuhnya perekonomian masyarakat dan keinginan pemerintah daerah untuk meningkatkan pertumbuhan industrinya. Berdasarkan data rasio elektrifikasi Sulawesi Tengah masih dibawah rata-rata nasional. Kapasitas terpasang sebesar 274,10 MW, daya mampu 196,96 MW. Kapasitas terpasang itu disuplai dari 227 PLTD, 7 unit PLTM dan 2 PLTU.
Sementara perwakilan Kementerian ESDM, Staf Ahli Menteri Bidang Investasi dan Produksi Agus menyatakan, kegiatan Focus Group Discussion ini dilaksanakan untuk belanja masalah sektor ESDM. Kementerian ESDM datang ketempat ini untuk mencari solusi dari permasalahan sektor ESDM.
Oleh karena itu lanjut Agus, seluruh peserta yang hadir dapat menyampaikan permasalahan-permasalahan yang ada di daerahnya masing-masing. Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan pemerintah untuk melihat secara langsung permasalahan-permasalahan di daerah-daerah. <> esdm.go.id/yt
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1087899
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT