Tolak Kenaikan Harga elpiji! Harga Naik Sudah Direncanakan
NEWS Tolak Kenaikan Harga elpiji! Harga Naik Sudah Direncanakan
foto: www.energitoday.com ___________________________________________________________________________Jakarta, 3 Januari 2013 – Pemerintah an Susilo Bambang Yudhoyono menghadiahi rakyat Indonesia di awal tahun 2014, dengan menaikkan harga gas elpiji 12Kg dari Rp 90.000 ke angka Rp 15.000. Dikatakan sebuah kado dikarenakan, kenaikan ini sudah direncanakan dengan pra kondisi yang sudah diciptakan sebagai berikut:

1). Pemerintah tidak pernah mau mengubah porsi penjualan gas antara kebutuhaan luar negeri dengan dalam negeri. Dimana, Pemerintah tetap mempertahan porsi penjualan gas luar negeri tetap tinggi, dan dalam negeri ditetapkan rendah. Dimana menurut data dari kemneterian ESDM, porsi penjualan Gas pemerintah dalam tahun 2012 adalah untuk dalam negeri sebanyak 40,7 persen, dan untuk ekspor sebanyak 59,3 persen. Akibat dari minimnya pasokan Gas ini, mengakibatkan pasokan LPG untuk pasar dalam negeri sangat minim. akibat dari disni.

PT, Pertamina melakukan pembelian LPG dari total 100%, pada tahun 2011, dipaksa harus beli LPG dari pasar import sebanyak 48 persen; 2012, dari pasar Import sebanyak 51 persen; tahun 2013, diperkirakan sebanyak 57 persen dari import; pada tahun 2014 diperkirakan sebanyak 58 persen dari Import. Sehingga Pertamina harus membeli LPG lebih mahal karena, minim pasokan dalam negeri. Dimana, dibawah ini perbandingan harga LPG Import dengan domestik, yaitu: a). Biaya Pengadaan LPG dari Import dan dalam negeri (KKKS) jauh lebih mahal. Untuk tahun 2011 pengadaan Import LPG lebih mahal sebesar USD 48 per metrik Ton. Dimana, harga pengadaan LPG untuk Import sebesar USD.922 per metrik ton, dan pengadaan dalam negeri sebesar USD.874 per metrik ton; B). Untuk tahun 2012 pengadaan Import LPG lebih mahal sebesar USD 116 per metrik ton. Dimana, harga pengadaan LPG untuk import sebesar USD.1.019 per metrik Ton. Sedangkan harga pengadaan dalam negeri sebesar USD 903 per metrik Ton.

2). Kenaikan Harga Gas elpiji 12 Kg disebabkan oleh jusfikasi pembenaran atau Rekomendasi BPK yang tertuang dalam hasil audit BPK semester 1 Tahun 2013 terhadap PT. Pertamina untuk sektor Gas. Dimana, dalam rekomendasi BPK tersebut, PT. Pertamina dalam kurun waktu 2011 - 2012 mengalami kerugian sebesar Rp.7.73 Triliun. Untuk itu, Pertamina disuruh untuk menaikan harga LPG tabung 12 Kg dalam rangka mengurangi kerugian keuangaan mereka. Kalau tidak, pendistribusian LPG dalam waktu panjang akan terganggu, dan kemampuan Finansial Pertamina dalam jangka panjang akan menurun. Dengan demikian, hasil audit BPK tidak objektif, ada kesan kepentingaan titipan agar ada alasan pembenaran untuk menaikan harga LPG. Kalau melakukan audit, jangan melihat keuangaan pertamina dari sudut pandang perbandingan harga produksi LPG dengan Harga jual ke publik dong. Ini pasti hasil pertamina merugi. Lihat dan verifikasi dokumen Pertamina yg berkaitan terhadap dugaan mark up penjualan maupun pembelian Gas Pertamina.

“Kenaikan harga elpiji Pertamina adalah kado istimewa dari Pemerintah SBY untuk rakyat agar bisa menguras duit rakyat sendiri, atau hal ini sangat membebani ekonomi rakyat. Dan kenaikan elpiji ini, terasa baunya untuk uang politik menjelang Pemilu 2014,” kata Direktur Investigasi dan Advokasi FITRA, Uchok Sky Khadafi.

Dia pun menanyakan, mengapa elit politik yang akan bertarung merebutkan kekuasaan, rakyat dibebani dengan uang politik menjelang pemilu dengan menaikan kenaikan elpiji?. Dan buat Pertamina dan DPR, telah kehilangaan rasa prikemanusian, yang anda pikirkan hanya mencari keuntungaan saja.

“Seharusnya DPR itu kompak, menolak kenaikan harga elpiji dulu, sebelum ada hasil audit Investigasi terhadap pertamina yang berkaitan dengan subsidi elpiji. Lihat saja, Dalam Nota keuangaan tahun 2014, pemerintah memberikan subsdi kepada elpiji Tabung 3 Kg untuk tahun 2012 sebesar Rp.31.5 Triliun, dan tahun 2014 sebesar Rp.36.7 Triliun. Tapi sekarang belum jelas tuh pertanggungjawaban uang subsidi tersebut,” demikian Uchok.
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1073309
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT