Usulan Ekspor Migas Tanpa LC
NEWS Usulan Ekspor Migas Tanpa LC
___________________________________________________________________________Jakarta, 2 April 2015 - Pelaksana Tugas Dirjen Migas IGN Wiratmaja kembali menegaskan, Cara pembayaran letter of credit (L/C) tidak diberlakukan untuk ekspor migas. Saat ini, Kementerian ESDM tengah menunggu proses legal terkait hal tersebut. “Untuk migas memang seharusnya tidak pakai LC. Sudah disetujui, tinggal resminya (legal),” ujar Wiratmaja.Sambil menunggu aturan hukum yang tetap mengenai pengecualian ekspor migas dari kewajiban menggunakan LC, lanjut Wiratmaja, saat ini Kementerian ESDM mengajukan usulan berdasarkan kasus per kasus. Hingga kini, pihaknya telah mengusulkan pengecualian LC untuk ekspor LNG dan minyak. Mengenai format keputusan ini apakah dalam bentuk SKB atau Permen, Wiratmaja mengaku belum mengetahuinya.Sementara Kementerian Perdagangan pada 1 April 2015 siap menerapkan cara pembayaran latter of credit (LC) pada barang ekspor minyak dan gas bumi (migas) dan tambang. Kebijakan LC merupakan salah satu poin paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan Presiden Jokowi. Aturan LC ini bertujuan memastikan akurasi devisa hasil ekspor (DHE) atas produk yang diekspor itu.Kebijakan ini ditolak Kementerian ESDM dan pengusaha migas. Menteri ESDM Sudirman Said dalam kesempatan terpisah mengatakan, pihaknya memahami apa yang diinginkan Kementerian Perdagangan, yakni hasil ekspor itu masuk ke tanah air. Hanya saja, untuk urusan migas yang menjadi objeknya adalah negara sehingga sulit dilakukan. Apalagi, pembeli migas sudah melakukan kontrak jangka panjang untuk bertransaksi sejak tahun 1970-an. Bank Indonesia juga telah memonitor transaksi jual beli migas. <> esdm.go.id/TW/yt
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1053138
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT