Wapres Buka Indonesia Energi Baru Terbarukan Konversi Energi Conex 2013
NEWS Wapres Buka Indonesia Energi Baru Terbarukan Konversi Energi Conex 2013
Kegiatan ini sebagai suatu upaya menghadapi ancaman krisis energi dan bahan bakar berkaitan makin timpangnya permintaan dan pasokan terhadap terhadap energi fosil. (Foto: www.wartaekonomi.co.id)___________________________________________________________________________Jakarta, 21 Agustus 2013 - Wakil Presiden (Wapres) Boediono membuka Indonesia Energi Baru Terbarukan Konversi Energi (EBTKE) Conex 2013 di Jakarta Convention Center, Rabu (21/8). Seminar yang diselenggarakan oleh Dirjen EBTKE Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)bekerja sama dengan Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) ini untuk menghimpun pemerintah, pelaku bisnis serta masyarakat luas berpartisipasi aktif dalam penggunaan EBTKE di Indonesia.

Kegiatan ini sebagai suatu upaya menghadapi ancaman krisis energi dan bahan bakar berkaitan makin timpangnya permintaan dan pasokan terhadap terhadap energi fosil, penggunaan energi fosil juga mengakibatkan perubahan iklim global disebabkan oleh meningkatnya Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfer bumi. Selain itu juga untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi energi baru terbarukan di Indonesia cukup besar.

Dirjen EBTKE berupaya meningkatkan pemakaian EBT hingga 25 persen pada tahun 2025, dan menurunkan efek GRK hingga 26 persen pada tahun 2020. Dengan demikian diperlukan sosialisasi yang sangat luas dan pemahaman akan pentingnya pengembangan EBTKE demi tercapainya Green Energy di masa mendatang.

Saat ini, kontribusi EBT dalam bauran energi nasional baru 5-6 persen. Menteri ESDM Jero Wacik mengungkapkan, sebagian besar masyarakat Indonesia belum memahami EBT. Untuk itu, mulai saat ini EBT harus benar-benar dimasyarakatkan. Tujuannya, supaya Indonesia bisa mengurangi ketergantungan energi fosil.

Menurut Jero masyarakat harus menyadari energi fosil seperti minyak tanah, bensin, pertamax, akan habis. Selain itu, jika sisa-sisanya dihirup, akan membuat mabuk dan mematikan. “Tanda-tanda mulai habis mulai terlihat dari tingginya harga. Apalagi, masyarakat sudah terbiasa disubsidi,” paparnya.

Ia menyebutkan, pemerintah selama ini telah melakukan berbagai kebijakan yang mendukung telah dikeluarkan untuk mendorong pengembangan energi baru terbarukan ini.

Pada 2010, pemerintah Indonesia mengeluarkan Peraturan Presiden No. 4 yang mengatur tentang percepatan penggunaan energy terbarukan, batu bara dan gas, yang kemudian diperbaiki dengan Peraturan Presiden No. 48/2011.

Pada 2012, Menteri ESDM juga mengeluarkan Peraturan Menteri ESDM No. 10/2012 yang mengatur tentang pelaksanaan kegiatan fisik pemanfaatan energi baru dan energi terbarukan. Pemerintah juga menargetkan bahwa pada 2025, pemanfaatan energi terbarukan harus mencapai 25% dari kebutuhan energi nasional
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1055095
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT