Warga Telukjambe Desak Oknum Polisi Ditarik dari Lahan Milik Warga
NEWS Warga Telukjambe Desak Oknum Polisi Ditarik dari Lahan Milik Warga
___________________________________________________________________________Jakarta, 12 September 2015 - Masyarakat Desa Margamulya, Desa Wanasari, dan Desa Wanakerta, Telukjambe Barat, Karawang mendesak agar pimpinan Polri menarik anggotanya dari lahan milik warga yang saat ini telah diklaim kepemilikan secara sepihak oleh PT. Sumber Air Mas Pratama (PT. SAMP) -PT. PT Agung Podomoro Land, Tbk (Agung Podomoro). “Kami mendesak agar pimpinan Polri menarik anggotanya yang saat ini menjadi backing PT. SAMP bersama Agung Podomoro. Kepolisian harus bersikap netral karena lahan yang sekarang sedang dijaga aparat kepolisian adalah milik warga Telukjambe Barat dan sebagian lain masih berstatus sengketa,” ujar Ketua Tim Kuasa Hukum warga Telukjambe, Yosef B. Badeoda, SH, MH kepada wartawan.

Di tengah lahan milik warga tersebut, pihak Agung Podomoro membangun pos kepolisian. Tampak puluhan aparat kepolisian berseragam Brimob secara bergantian berjaga-jaga. Kehadiran aparat kepolian tentu saja mengundang reaksi penolakan dari warga. “Ini tanah kami, kenapa mesti ada aparat kepolisian yang membatasi ruang gerak kami? Aparat lebih memihak kepada konglomerat,” ujar warga yang enggan disebutkan namanya.

Beberapa waktu lalu, bertepatan dengan Hari Kemerdekan Negara Republik Indonesia yang ke-70, puluhan warga Telukjambe Barat dan sejumlah organisasi yang tergabung dalam Aliansi Tampar (Tim Advokasi Masyarakat Petani Karawang), Sepetak (Serikat Petani Karawang), LBH JMPH (Lembaga Bantuan Hukum Jaringan Masyarakat Peduli Hukum Karawang, PBHI (Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia – Jakarta, dan Tim Advokat DPP LRJ (Dewan Pimpinan Pusat Laskar Rakyat Jokowi), menggelar aksi unjuk rasa dengan melakukan upacara bendera di atas lahan milik petani yang bersertifikat, tepat di depan posko penjagaan aparat berseragamm Brimob di jalan Kawasan Industri Konsorsium Desa Wanasari.

Upacara bendera dilakukan dengan penuh kesederhanaan namun khidmat, dengan diwarnai orasi semangat kemerdekaan atas kedaulatan tanah bagi petani. Dalam orasinya Sekjen Sepetak, Engkos Koswara mengecam keberpihakan aparat terhadap Agung Podomoro. "Pasal 33 UUD 1945 sudah jelas bahwa rakyat harus disejahterakan. Kemudian Soekarno Presiden RI pertama kita juga jelas menciptakan UUPA No 5 tahun 60 sejatinya semangat untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat," ucapnya.

Selain itu, Ketua PBHI Jakarta Simon F Tambunan mengungkapkan keberadaan aparat berseragam Brimob tersebut tidak berdasar. Terbukti, ketika pihaknya menanyakan kepada salah satu aparat itu untuk menunjukkan Surat Tugas, tidak ada satupun yang bisa menunjukkannya.

"Keberadaan aparat di atas lahan milik warga dan sebagian lagi berstatus sengketa ini adalah ilegal, mereka ditugaskan tanpa adanya dasar,"tegasnya.

Kronologi Penyerobotan

Kronologi penyerobotan lahan milik petani Telukjambe Barat dimulai sejak tahun 1974, dengan adanya sewa lahan oleh PT. Dasa Bagja (PT. DB) selama 3 (tiga) tahun. Pada 1975, PT. DB secara diam-diam mengajukan Hak Guna Usaha (HGU) atas tanah warga kepada Kanwil Agraria Jabar namun tidak dikabulkan. Pada 1986 secara diam-diam PT. DB mengalihkan garapan tanah tersebut kepada PT. Makmur Jaya Utama (PT. MJU). Pada 1990, PT MJU mengalihkan garapan kepada PT. Sumber Air Mas Pratama (PT. SAMP) melalui Notaris Sri Mulyani Syafei, SH di Bogor. Pada tahun yang sama, PT SAMP melakukan pengukuran dan pematokan dengan menggunakan alat berat, yang mengundang protes dan aksi unjuk rasa warga ke Kantor DPRD Karawang.

Pada 2012 lahan tersebut dicaplok PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) setelah perusahaan milik Trihatma Kusuma Haliman tersebut mengakuisisi 55% saham PT SAMP senilai Rp 216 miliar. Pada 24 Juni 2014, dengan mengerahkan sekitar 7.000 aparat kepolisian, atas putusan pengadilan yang sesat, Pengadilan Negeri Karawang mengeksekusi lahan warga yang mengakibtkan banyak warga terluka berat maupun ringan.
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1035344
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT