APEMINDO: Pemerintah Hapus Bea Ekspor Jika Ingin Tingkatkan Devisa!
NEWS APEMINDO: Pemerintah Hapus Bea Ekspor Jika Ingin Tingkatkan Devisa!
APEMINDO dalam Konferensi pers-nya dengan topik "Hapuskan Bea Keluar Ekspor Bijih Mineral Solusi Meningkatkan Devisa Ekspor Bijih Mineral"___________________________________________________________________________Jakarta, 29 Agustus 2013 – Seperti diketahui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, Jumat 23 Agustus 2013 lalu memaparkan jika kini pemerintah fokus untuk memperbaiki neraca transaksi berjalan dengan cara mendorong ekspor. Pada paket ini, kebijakan pertama yang diambil pemerintah dalam melakukan langkah perbaikan ekspor bahan mineral yang akan memberikan relaksasi prosedur yang terkait dengan kuota. Pemerintah lantas mengusulkan penghapusan kuota ekspor biji mineral sebagai solusi.

Namun sangat disayangkan dalam waktu yang sangat singkat, pemerintah berubah pikiran. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, pemerintah tidak menghapus kebijakan kuota ekspor bahan mentah mineral. Paket kebijakan yang dikeluarkan demi mendorong ekspor mineral adalah dengan relaksasi izin ekspor dan clean and clear. Penerapan kuota ekspor tersebut diambil pemerintah berbarengan dengan bea keluar 20% bagi ekspor mineral yang dikeluarkan demi mendorong hilirisasi. Mulai 2014, pengusaha tidak lagi boleh mengekspor mineral sama sekali. Karenanya, menuju larangan ekspor tersebut, pemerintah merangsang investasi pengolahan mineral di dalam negeri. Disinsentif ekspor berupa bea keluar dan kuota pun dibuat. Kebijakan kuota dimaksudkan agar eksportir tidak dengan sengaja menghabiskan mineral Indonesia sebelum larangan diberlakukan.

Atas keputusan pemerintah tersebut, Asosiasi Pengusaha Mineral Indonesia (APEMINDO) sepakat dengan sikap pemerintah yang membatalkan penghapusan kuota. Karena, penghapusan kuota ekspor justru akan mendorong penambangan dan perdagangan ilegal yang selama ini merugikan lingkungan dan berdampak negatif bagi penerimaan negara. Bahkan kondisi ini akan memperburuk pengelolaan lingkungan dan konservasi sumber daya mineral yang juga bertentangan dengan konstitusi UUD 45.

“Untuk mendorong ekspor bijih, yang seharusnya dilakukan pemerintah adalah menghilangkan penerapan bea keluar atas ekspor bijih melalui pencabutan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 75 Tahun 2012. Langkah ini akan sangat efektif meningkatkan ekspor bijih yang akan berkontribusi terhadap devisa ekspor. Penerapan bea keluar atas ekspor bijih melalui PMK No. 75 Tahun 2012 pada dasarnya tidak sesuai dengan jiwa dan tujuan yang termuat di dalam UU No. 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan. Salah satu tujuan pemberlakuan bea keluar adalah untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Sementara itu, hingga saat ini belum ada smelter baru yang siap beroperasi sehingga produksi bijih tidak dapat dipasarkan di dalam negeri”, tegas Ketua Umum APEMINDO Poltak sitanggang kepada media dalam jumpa persnya di kantor APEMINDO, Jakarta, Kamis (29/8/13).

Agus Suhartono, Direktur Indonesia Mineral Recources Institute menegaskan jika pemerintah seharusnya menstimulan ekspor agar bergairah, dimana kegairahan investasi adalah dengan menurunkan biaya yaitu bagaimana biaya yang keluar terutama biaya ekspor dihilangkan. Kuota menurutnya sangat relatif, apalagi setelah adanya Permen ESDM nomor 11 tahun 2012 meski ada batasan kuota, ekspor mineral tatap tinggi karena memang batasan kuota menurutnya bukan sesuatu yang menjadi kendala utama.

“Jadi kita harus dalam perspektif yang sama, kenapa biaya? karena tidak kompetitif, supaya kompetitif biaya dikurangi. Dampak terbesarnya nggak terlalu signifikan dibuka atau tidak keran ekspor ore, karena permasalahan terbesar bukan dengan jumlah kuota, mereka aja punya kuota 1 juta ton kirimnya 200 ribu ton. Ini permasalahan terbesar adalah cost, pemerintah harusnya mendengar bahwa biaya yang menjadi masalah, bukan kuota”, tandas Agus.
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1073307
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT