Batubara Bertambah Listrik Melimpah
NON RUBIK Batubara Bertambah Listrik Melimpah
___________________________________________________________________________Energi primer kita masih didominasi oleh batubara. Karena itu, sampai 50 tahun ke depan, sebenarnya pasokan batubara masih aman. “Asal jangan terlalu banyak dijual. Itu untuk mengamankan listrik di dalam negeri,” kata Direktur Utama PT PLN (Persero) Nur Pamudji.Hingga saat ini, biaya operasional PLN memang masih tertinggi dari biaya belanja energi primer, termasuk membeli pasokan batubara dan untuk membayar listrik swasta. Nilainya mencapai 73 persen dari seluruh biaya PLN. Kendati demikian, PLN terus meningkatkan porsi batubara menjadi sumber energi primernya, dari sekitar 54 persen di 2013 menjadi 65 persen pada 2020. PLN merupakan pemakai batubara terbesar dengan kalori batubara yang diperlukan 4.000-5.200 gar. Sementara di posisi kedua, yaitu kontraktor listrik swasta yang diperkirakan membutuhkan batubara 9,82 juta ton untuk bahan bakar PLTU atau 13,21 persen dari total alokasi domestik.“Proyek-proyek pembangkit batubara kami terus mulai beroperasi, sehingga mening­katkan kebutuhan batubara,” ujar Nur Pamudji. Sebagian besar proyek pembangkit yang beroperasi tahun ini, lanjutnya, masuk dalam program percepatan pembangunan 10.000 MW tahap I. Proyek pembangkit batubara yang akan beroperasi secara penuh pada 2013 antara lain PLTU Pelabuhan Ratu Unit 1, 2, dan 3 di Jawa Barat yang masing-masing berkapasitas 300 MW.Guna mengamankan pasokan maupun kebutuhan dalam negeri, PLN berharap industri tambang tidak jor-joran melakukan ekspor batubara. Pasalnya, komuditas strategis ini untuk memenuhi kebutuhan PLTU. “Kami berharap ekspor batubara ditekan agar kebutuhan PLTU kami juga tetap aman di tahun-tahun berikutnya. Saat ini, 40 persen hasil produksi batubara nasional masih diekspor,” tutur Kepala Divisi Batubara PLN, Helmi Najamudin.Menurutnya, kebutuhan batubara PLN diperkirakan akan terus tumbuh seiring peningkatan rasio elektrifikasi di seluruh daerah.“Karena itu jika ekspor terus dilakukan cadangan batubara habis dan kami bisa-bisa melakukan impor komoditas tersebut untuk memenuhi kebutuhan,” terangnya.Ia menambahkan, mekanisme aturan pem­belian batubara sesuai dengan Harga Batubara Acuan (HBA). Namun, secara umum mekanisme harga ini tetap mengacu pada Permen ESDM No. 17/2010 bahwa ketetapan harga disesuaikan de­ngan kontrak awal dan berjalan sampai kontrak tersebut habis. “Jadi harga tetap flat sampai kontrak habis. Makanya yang ingin memberikan produksinya ke kami otomatis harus mengikuti aturan tersebut,” tandasnya.Bagaimana dengan kebutuhan batubara tahun depan? PLN memperkirakan, kebutuhan batubara menjadi 64,1 juta ton. Jika rata-rata pembelian harga batubara PLN Rp 700 per kilogram, maka kebutuhan dana PLN mencapai Rp 35 triliun. Untuk menutupi kebutuhan investasi tersebut, salah satu cara yang dilakukan PLN adalah rencana menaikkan tarif dasar listrik sebesar 15 persen pada tahun depan.
headerrubrikasi
Subscribe Our Newsletter put your e-mail
advertisement
Copyright © 2012, PT. BORNEO BAROMETER MAGAZINE 99. All Right Reserved
cover 1
cover 2
cover 3
cover 21
cover 22
Visitor 1035243
cover edisitaurianwakeni2
Jasa Pembuatan Website By IKT